Mentan Amran Siapkan 38 Juta Bibit Kelapa dan Kakao Gratis untuk Petani Sultra, Copot Pejabat yang Curang

Penulis: Udin Syamsul  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 19:21:31 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman membagikan 38 juta bibit kelapa dan kakao gratis untuk petani Sulawesi Tenggara.

KENDARI — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan gelombang besar bantuan bibit tanaman perkebunan untuk Sulawesi Tenggara. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sebanyak 38 juta batang bibit kelapa dan kakao akan didistribusikan secara cuma-cuma kepada para petani di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo pada Sabtu (7/6/2026). Ia menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk meremajakan komoditas strategis nasional.

Anggaran Triliunan Rupiah untuk Peremajaan Kebun

Program peremajaan ini tidak hanya menyasar Sulawesi Tenggara, tetapi berskala nasional dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah. Data dari Kementan menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan kelapa dan kakao yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi banyak petani di daerah.

Amran juga mengajak kalangan akademisi, mulai dari mahasiswa hingga dosen yang memiliki lahan, untuk ikut serta dalam program ini. Mereka dipersilakan mengajukan diri agar bisa mendapatkan bantuan bibit gratis tersebut.

Mengapa Jumlah Bibit Capai 38 Juta untuk 2 Juta Jiwa?

Skala bantuan yang sangat besar ini menjadi perhatian publik. Dengan populasi Sultra yang hanya sekitar 2 juta jiwa, alokasi 38 juta batang bibit dinilai strategis untuk mempercepat peremajaan ribuan hektare kebun kelapa dan kakao yang sudah tidak produktif. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Integritas Harga Mati: Pejabat Terbukti Curang Langsung Dicopot

Di tengah euforia bantuan, Menteri Pertanian memberikan peringatan keras. Ia memastikan pengawasan distribusi bibit dilakukan sangat ketat dan tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan. Amran menegaskan bahwa anggaran yang digunakan adalah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

Tindakan tegas sudah mulai diterapkan di Sulawesi Tenggara. Amran mengaku baru-baru ini mencopot seorang pejabat daerah setelah menemukan ketidaksesuaian jumlah bibit di lapangan dengan laporan yang diberikan.

“Saya hitung langsung jumlah bibit yang tersedia, ternyata jauh di bawah angka 40.000 batang seperti yang dilaporkan,” ungkap Amran. Ia menegaskan bahwa integritas dalam menjalankan tugas untuk rakyat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: inikata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top