SULAWESI TENGGARA — Xiaomi Auto memamerkan video demonstrasi robot charger otomatis pada 11 Juni 2026. Bukan sekadar konsep atau prototipe—perangkat ini sudah masuk tahap siap produksi. Target peluncurannya kuartal keempat tahun ini.
Pada Desember 2014, Elon Musk menulis di Twitter bahwa Tesla sedang mengembangkan "charger yang otomatis keluar dari dinding dan tersambung seperti ular logam padat." Agustus 2015, prototipe lengan robot bersegmen yang meliuk menuju port charging sempat diperlihatkan ke publik.
Produk itu tidak pernah dijual. Tesla diam-diam mengubur konsep tersebut dan beralih ke wireless charging. Akuisisi Wiferion pada 2023 dilakukan, Cybercab bahkan dirancang tanpa port charging sama sekali. Ironisnya, Tesla akhirnya menyerah pada wireless charging untuk Cybertruck tahun lalu karena ground clearance mobil terlalu tinggi.
Robot charger Xiaomi dipasang di dinding atau lantai dekat tempat parkir. Lebar rumahan hanya 152 mm—cocok untuk garasi sempit ala rumah di Indonesia. Sistem AI vision recognition-nya bekerja dengan presisi sub-milimeter saat menancapkan konektor ke port charging mobil.
Lengan ini bisa berkomunikasi langsung dengan mobil untuk membuka dan menutup penutup port charging secara otomatis. Terintegrasi dengan ekosistem "human-car-home" Xiaomi, pengguna bisa mengontrolnya dari mana saja lewat smartphone.
Xiaomi membekali robot ini dengan tiga fitur utama. Pertama, Lazy Charging: parkir mobil, sistem otomatis mendeteksi posisi kendaraan dan langsung memulai pengisian daya. Tidak perlu perintah, tidak perlu sentuh apa pun.
Kedua, Automatic Unplugging: saat baterai penuh atau mencapai batas yang diatur pengguna, lengan robot mencabut konektor sendiri. Penutup port charging tertutup otomatis. Ketiga, kontrol jarak jauh penuh via aplikasi.
Bagi pemilik mobil listrik di Indonesia, perangkat ini menyelesaikan masalah klasik: malas turun pas hujan deras atau panas terik hanya untuk mencolok dan mencabut kabel charging.