John Jumper Tinggalkan DeepMind Demi Anthropic, AlphaFold Kehilangan Sosok Kuncinya

Penulis: Reza Maulana  •  Minggu, 21 Juni 2026 | 00:06:01 WIB
John Jumper resmi meninggalkan DeepMind untuk bergabung dengan startup AI Anthropic.

SULAWESI TENGGARA — John Jumper, arsitek utama di balik kesuksesan AlphaFold, mengumumkan kepergiannya dari Google DeepMind pada Jumat pekan lalu. Dalam unggahan di platform X, ia menyebutkan bahwa langkah ini diambil setelah masa baktinya yang nyaris satu dekade di perusahaan. Jumper kini memilih untuk bergabung dengan Anthropic, startup AI yang dikenal sebagai pesaing ketat DeepMind dan OpenAI.

AlphaFold dan Warisan Riset yang Ditinggalkan

AlphaFold adalah model AI yang mampu memprediksi struktur tiga dimensi protein hanya berdasarkan sekuens genetiknya. Terobosan ini dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam biologi komputasional dan membuka jalan bagi penemuan obat-obatan baru secara lebih cepat.

Atas karya tersebut, Jumper bersama CEO DeepMind Demis Hassabis dianugerahi Nobel Kimia pada tahun 2024. Dalam pernyataan perpisahannya, Jumper mengakui bahwa Hassabis “benar-benar mengambil risiko” dengan mempercayakannya memimpin tim AlphaFold hanya enam bulan setelah ia menyelesaikan gelar PhD.

Gelombang Eksodus Talenta dari DeepMind

Jumper bukan satu-satunya nama besar yang angkat kaki dari DeepMind dalam waktu dekat. Pekan ini, Noam Shazeer, salah satu pendiri Character AI, juga mengumumkan kepergiannya dari DeepMind. Namun, berbeda dengan Jumper yang memilih Anthropic, Shazeer langsung bergabung dengan OpenAI.

Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Jumper sebelumnya merupakan anggota kunci tim pengembangan alat coding di Google. Divisi ini sendiri disebut-sebut kesulitan menjual produknya ke kalangan bisnis. Meski demikian, Jumper menegaskan bahwa DeepMind “adalah tempat yang spesial” dan ia tetap antusias mengikuti penemuan-penemuan besar yang akan lahir dari sana.

Dampak bagi Peta Persaingan AI Global

Kepergian Jumper ke Anthropic menandai pergeseran signifikan dalam peta persaingan tenaga ahli AI dunia. Anthropic, yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, selama ini fokus pada pengembangan AI yang aman dan etis. Dengan hadirnya Jumper, perusahaan itu mendapatkan salah satu otak paling brilian di bidang komputasi ilmiah.

Di sisi lain, DeepMind harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan dua tokoh sentral dalam waktu yang hampir bersamaan. Bagi pengamat industri, ini bisa menjadi sinyal bahwa retensi talenta di perusahaan riset internal raksasa teknologi semakin menantang, terutama ketika startup AI berlomba menawarkan otonomi riset dan kompensasi yang lebih agresif.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top