BAUBAU — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, Abdul Waris, memaparkan capaian kinerja institusinya dalam forum evaluasi yang digelar secara terpusat pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara dan diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sulawesi Tenggara.
Dalam paparannya, Abdul Waris menjelaskan bahwa pihaknya tetap mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada empat aspek utama di tengah berbagai keterbatasan. Keempat aspek itu meliputi pembinaan dan layanan dasar, keamanan dan ketertiban, fasilitas serta sarana prasarana, hingga penguatan kerja sama.
“Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Lapas Baubau tetap mengoptimalkan pelaksanaan tugas pada empat aspek utama, yakni pembinaan dan layanan dasar, keamanan dan ketertiban, fasilitas serta sarana prasarana, serta penguatan kerja sama,” jelasnya.
Pada sektor pembinaan, Lapas Baubau menjalankan sejumlah program secara berkesinambungan. Mulai dari pembinaan kerohanian, pembinaan jasmani, literasi, pendidikan, hingga pembinaan kemandirian melalui kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Abdul Waris menambahkan, pihaknya juga terus mengembangkan program ketahanan pangan dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan sekaligus peningkatan produktivitas warga binaan.
Dalam forum evaluasi tersebut, Kalapas turut menyampaikan realisasi anggaran Semester I Tahun 2026. Ia juga mengungkapkan sejumlah kendala yang masih dihadapi, di antaranya tingginya angka overkapasitas hunian, keterbatasan sumber daya manusia, serta kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana.
Abdul Waris menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan memperkuat pelayanan kepada warga binaan. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pembinaan.