KENDARI — Kepulangan jemaah haji Kloter 32 asal Sulawesi Tenggara (Sultra) diwarnai pemandangan khas: boneka unta berukuran kecil hingga sedang menjadi oleh-oleh yang mendominasi koper dan tas bawaan. Para jemaah perempuan juga tampil modis dengan busana mencolok serta aksesori perhiasan saat turun dari pesawat di Bandara Haluoleo Kendari, Kamis (25/6/2026).
Boneka unta menjadi buah tangan favorit yang dibawa pulang jemaah dari Arab Saudi. Salah seorang jemaah mengaku sengaja membelinya untuk sanak keluarga yang menunggu di rumah.
“Untuk oleh-oleh cucu dan keponakan,” ujar jemaah tersebut.
Selain boneka unta, sejumlah jemaah perempuan terlihat mengenakan gamis dan abaya dengan warna-warna cerah serta perhiasan emas yang mencolok. Penampilan ini menjadi perhatian di area kedatangan bandara sejak mereka turun dari pesawat.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, Muhammad Lalan Jaya, menjelaskan bahwa pemulangan jemaah dilakukan melalui tiga penerbangan dari Makassar menuju Kendari. Penerbangan pertama mendarat pukul 13.32 Wita dengan membawa 130 jemaah.
“Penerbangan kedua tiba sekitar pukul 15.30 Wita dengan jumlah 155 orang, kemudian penerbangan terakhir tiba sekitar pukul 16.30 Wita,” ujarnya.
Total jemaah yang tiba berjumlah 392 orang. Jumlah ini berkurang satu dari manifest awal lantaran ada jemaah yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke Sultra.
“Ada satu orang yang wafat kemarin sebelum terbang ke Kendari,” ungkap Lalan Jaya.
Kloter 32 merupakan kelompok pertama jemaah haji asal Sulawesi Tenggara yang tiba di daerah tersebut pada musim haji tahun ini. “Hari ini yang tiba merupakan kloter pertama yang kembali ke Sulawesi Tenggara,” kata Muhammad Lalan Jaya.
Pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Makassar akan berlangsung secara bertahap dalam beberapa hari ke depan. Pihak Kemenhaj Sultra terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan proses kepulangan berjalan lancar.