Rupiah Tembus Rp17.988 per Dolar AS, Dekati Level Psikologis Rp18.000

Penulis: Reza Maulana  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 09:49:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp18.000.

SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan data pasar yang dirilis Jumat pagi, rupiah dibuka melemah 0,25 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.943 per dolar AS. Pergerakan ini melanjutkan tren negatif yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir, di mana rupiah kesulitan untuk berbalik menguat secara signifikan.

Level Rp17.988 ini menjadi yang terlemah dalam beberapa waktu terakhir. Para pelaku pasar kini mencermati apakah Bank Indonesia akan kembali melakukan intervensi guna menahan laju pelemahan agar tidak menembus angka psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Tekanan Eksternal Masih Dominan

Penyebab utama pelemahan rupiah masih datang dari faktor eksternal. Indeks dolar AS terus perkasa di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Data ekonomi AS yang masih solid membuat investor global memarkir dananya di aset dolar.

Akibatnya, hampir semua mata uang Asia tertekan. Rupiah termasuk yang paling rentan karena faktor fundamental domestik yang belum sepenuhnya pulih. Neraca perdagangan Indonesia yang surplus namun menurun, serta cadangan devisa yang stagnan, membuat sentimen terhadap rupiah kurang positif.

Dampak ke Dunia Usaha dan Investor

Pelemahan rupiah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS langsung berdampak pada sektor riil. Perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS akan menanggung beban bunga dan pokok yang lebih besar. Sementara importir bahan baku terpaksa merogoh kocek lebih dalam.

Bagi investor di pasar saham, pelemahan kurs menjadi sinyal waspada. Sektor-sektor yang sensitif terhadap nilai tukar, seperti properti, konsumer, dan infrastruktur yang bergantung pada bahan impor, berpotensi mengalami tekanan pada laba bersih mereka. Sebaliknya, emiten komoditas tambang dan eksportir justru bisa menikmati keuntungan selisih kurs.

Intervensi BI Jadi Kunci

Pasar menanti langkah nyata Bank Indonesia. Biasanya, ketika rupiah mendekati level kritis, BI akan melakukan triple intervention: di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Langkah ini bertujuan menambah pasokan dolar dan menstabilkan ekspektasi pelaku pasar.

Belum ada pernyataan resmi dari Gubernur BI terkait pergerakan pagi ini. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa BI tidak akan tinggal diam jika rupiah terus merosot tanpa kendali. Pertanyaannya, seberapa efektif intervensi tersebut di tengah derasnya aliran modal keluar dari pasar negara berkembang.

FAQ: Yang Perlu Diketahui soal Pelemahan Rupiah

Apa yang menyebabkan rupiah terus melemah terhadap dolar AS?
Penyebab utama adalah penguatan indeks dolar AS secara global. Ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat membuat investor global memilih dolar. Faktor domestik seperti defisit transaksi berjalan dan menurunnya surplus neraca perdagangan juga turut menekan rupiah.

Apakah rupiah bisa tembus Rp18.000 per dolar AS?
Potensi itu ada jika tekanan eksternal terus berlanjut dan Bank Indonesia tidak melakukan intervensi yang cukup agresif. Level Rp18.000 menjadi psikologis. Jika tembus, volatilitas pasar diperkirakan akan meningkat, dan BI kemungkinan akan mengambil langkah lebih tegas, termasuk menaikkan suku bunga acuan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: kl.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top