SULAWESI TENGGARA — Pertanyaan nyeleneh ini muncul dari forum otomotif Amerika, The Drive, yang menampilkan dilema seorang penggila alam bebas. Dengan uang Rp 400 juta (estimasi kurs Rp 16.000 per dolar AS), ia harus memilih antara SUV legendaris yang sudah berusia 28 tahun atau truk listrik baru yang sangat minim fitur. Keduanya sama-sama masuk akal—tapi dengan cara yang sangat berbeda.
Slate Truck adalah kendaraan listrik murni yang dijual mulai Rp 400 juta untuk varian dasar. Harganya murah karena memang tidak dilengkapi power window, speaker, atau bahkan dasbor standar. Bagi pembuat konten ini, justru itu daya tariknya.
"Saya tipe orang yang suka menambah fungsi sendiri. Saya bisa mengukur, mendesain di software CAD, lalu 3D-print dudukan tweeter atau membuat subwoofer dari kayu dan mesin jahit," tulisnya. Ia bahkan membayangkan membuat konsol tengah mewah dengan aksen kayu jati.
Keunggulan lain adalah bak terbuka yang bisa diisi apa saja—dari batu panjat, motor, sampai furnitur—tanpa khawatir kotor. Slate juga kompak dan mudah diparkir di kota. Sayangnya hanya dua kursi, sehingga tidak bisa mengajak banyak teman. Tapi ada paket SUV kit yang menyediakan penutup bak dan kursi belakang.
Di sisi lain, Rp 400 juta bisa mendapatkan Toyota Land Cruiser J100 bekas yang cukup mulus—meski sangat sulit mencari unit dengan kilometer di bawah 200.000 km. Mesin 2UZ V8-nya dikenal bandel dan bisa bertahan lebih lama dari organ tubuh manusia, menurut penulis.
Land Cruiser mampu duduk delapan orang dan tidur dua hingga tiga orang dewasa di dalam kabin. Ruang kargonya lebih terbatas dari Slate, tapi tertutup sehingga aman dari hujan. Sayang, panjangnya 1,5 kaki lebih besar dari Slate, merepotkan untuk parkir kota. Tapi penggerak 4WD menjamin tidak akan mogok di lumpur.
Kelemahan utamanya adalah biaya perawatan yang terus membengkak. "Land Cruiser di budget saya pasti butuh rangka baru karena karat New England," keluhnya. Toyota memang masih memproduksi suku cadang, tapi usia 28 tahun bukan mainan.
Dilema ini sebenarnya cerminan dua filosofi berbeda. Slate Truck adalah proyek jangka panjang yang bisa dimodifikasi total, tapi butuh waktu dan keterampilan agar nyaman dipakai sehari-hari. Land Cruiser adalah mobil siap pakai dari merek tepercaya, tapi biaya perawatannya bisa meledak seiring usia.
"Saya mungkin tidak akan membeli keduanya dalam kehidupan nyata—Land Cruiser yang murah pasti butuh rangka baru. Tapi dalam dunia imajinasi, mana yang harus saya pilih?" tanya penulis di akhir artikel. Jawabannya tergantung prioritas: apakah Anda lebih suka merakit mobil sendiri atau tinggal pakai dengan risiko perawatan tinggi? Pilihan ada di tangan.