7 Beasiswa Kuliah di Sulawesi Tenggara yang Bisa Kamu Coba Tahun Ini Lengkap dengan Syarat dan Deadline

Penulis: Sofyan Basri  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 16:27:01 WIB
Beasiswa Baznas Sultra membuka peluang bagi mahasiswa kurang mampu di Sulawesi Tenggara tahun 2026.

Mahalnya biaya kuliah jadi momok buat banyak calon mahasiswa di Kendari, Baubau, hingga Kolaka. Tapi kabar baiknya, tahun 2026 ini setidaknya ada tujuh lembaga yang membuka program beasiswa khusus untuk warga asli atau berdomisili di Sulawesi Tenggara. Dari data Dinas Pendidikan Sultra per Februari 2026, angka partisipasi pendidikan tinggi di provinsi ini baru 12,3% — jauh dari rata-rata nasional. Makanya, sejumlah pemangku kepentingan mulai bergerak.

Beasiswa ini tidak cuma untuk anak SMA yang baru lulus. Ada juga program untuk mahasiswa aktif yang butuh biaya semester, hingga beasiswa tugas akhir. Berikut tujuh program yang sudah terverifikasi masih buka pendaftaran atau akan dibuka dalam kuartal pertama 2026.

1. Beasiswa Baznas Sultra untuk Mahasiswa Dhuafa

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tenggara membuka program Beasiswa Cendekia untuk mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Pendaftaran gelombang pertama ditutup 15 Maret 2026. Fokusnya pada mahasiswa semester 1-4 di perguruan tinggi negeri maupun swasta di Sultra.

Penerima beasiswa mendapat bantuan Rp 500.000 per bulan selama satu semester. Syarat utama: surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan IPK minimal 2,75. Tahun lalu, Baznas Sultra menyalurkan dana Rp 1,2 miliar untuk 200 mahasiswa.

2. Beasiswa Unggulan Pemprov Sultra 2026

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengalokasikan anggaran untuk Beasiswa Unggulan. Program ini menyasar mahasiswa berprestasi dari 17 kabupaten/kota. Kuota tahun ini naik 30% dari 2025 menjadi 150 penerima.

Nilai beasiswa bervariasi: Rp 3 juta per semester untuk S1 dan Rp 5 juta untuk S2. Pendaftaran dibuka April hingga Juni 2026 melalui website resmi Disdikbud Sultra. Uniknya, ada jalur khusus untuk mahasiswa dari pulau-pulau terluar seperti Wakatobi dan Buton.

3. Beasiswa PT Antam untuk Anak Petani Tambang

PT Antam Tbk melalui unit bisnisnya di Pomalaa, Kolaka, membuka beasiswa untuk anak-anak petani dan pekerja tambang. Program ini sudah berjalan sejak 2022 dan tahun ini menyediakan 50 kuota. Fokus pada jurusan teknik pertambangan, teknik mesin, dan kimia.

Penerima beasiswa mendapat uang saku Rp 750.000 per bulan plus biaya kuliah penuh. Syarat khusus: orang tua bekerja di sektor pertambangan atau perkebunan di area operasi Antam. Pendaftaran dibuka Agustus-September 2026.

4. Beasiswa Bank Sultra untuk Mahasiswa Berprestasi

Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara meluncurkan program beasiswa untuk mahasiswa aktif di Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau. Total 100 mahasiswa akan terpilih.

Besarannya Rp 2,5 juta per semester, dikirim langsung ke rekening penerima. Syaratnya: IPK minimal 3,2 dan aktif di organisasi kemahasiswaan. Pendaftaran dibuka dua kali setahun, yaitu Mei dan November. Tahun lalu, 80% penerima beasiswa ini berasal dari keluarga petani dan nelayan.

5. Beasiswa Yayasan Hadji Kalla untuk Mahasiswa Sultra

Yayasan Hadji Kalla, lembaga filantropi dari grup Kalla, membuka beasiswa untuk mahasiswa asal Sultra yang kuliah di Makassar atau Kendari. Program ini khusus untuk jurusan teknik sipil, arsitektur, dan manajemen bisnis.

Penerima mendapat bantuan Rp 4 juta per semester plus pelatihan softskill tiap bulan. Syaratnya: lulusan SMA/SMK dari sekolah di Sultra. Pendaftaran gelombang pertama sudah dimulai sejak Januari 2026 dan akan ditutup akhir Maret.

6. Beasiswa DataPrint untuk Mahasiswa Akhir

DataPrint, perusahaan percetakan dan alat tulis asal Surabaya, punya program beasiswa tugas akhir untuk mahasiswa Sultra. Bukan bantuan dana tunai, tapi voucher cetak skripsi dan jurnal senilai Rp 1,5 juta per mahasiswa.

Program ini terbatas untuk 50 mahasiswa dari tiga kampus: UHO, Poltekkes Kemenkes Kendari, dan Universitas Halu Oleo. Syaratnya: sudah seminar proposal dan terdaftar di perpustakaan kampus. Pendaftaran buka sepanjang tahun tanpa deadline ketat.

7. Beasiswa Pemda Kota Kendari untuk Warga Asli

Pemerintah Kota Kendari menganggarkan Rp 3,5 miliar untuk beasiswa warga asli Kendari yang kuliah di dalam kota. Tahun ini kuotanya 120 mahasiswa. Nilai bervariasi dari Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta per bulan tergantung IPK.

Syaratnya: KTP dan KK Kendari minimal 5 tahun terakhir, plus surat rekomendasi dari lurah. Pendaftaran dibuka Juli 2026. Tahun 2025 lalu, program ini mencatat 340 pendaftar untuk 100 kuota — persaingan ketat tapi masih terbuka lebar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah beasiswa ini hanya untuk mahasiswa baru?
Tidak. Sebagian besar program, seperti Beasiswa Baznas dan Bank Sultra, terbuka untuk mahasiswa aktif dari semester 1 hingga 4. Beasiswa DataPrint bahkan khusus untuk mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi.

Berapa IPK minimal yang dibutuhkan?
Rata-rata mensyaratkan IPK minimal 2,75 hingga 3,2. Beasiswa Unggulan Pemprov Sultra dan Bank Sultra punya standar lebih tinggi di 3,0 ke atas. Tapi Beasiswa Baznas lebih longgar di 2,75.

Apakah warga luar Sultra bisa mendaftar?
Bisa, tapi terbatas. Beasiswa PT Antam dan Yayasan Hadji Kalla menerima mahasiswa dari luar Sultra asalkan kuliah di kampus yang sudah bekerja sama. Namun prioritas utama tetap warga asli Sultra.

Bagaimana cara mendaftar yang benar?
Semua program mewajibkan pendaftaran online via website resmi masing-masing. Siapkan scan KTP, KK, rapor atau transkrip nilai, dan surat rekomendasi. Jangan lupa cek deadline — beberapa program tutup lebih cepat dari jadwal jika kuota terpenuhi.

Apakah beasiswa ini bisa diambil bersamaan?
Bisa, selama tidak ada klausul larangan di perjanjian. Beasiswa Bank Sultra dan Baznas misalnya, tidak melarang penerima mencari tambahan dari program lain. Tapi Beasiswa Unggulan Pemprov Sultra mewajibkan penerima fokus pada satu sumber dana.

Tujuh program di atas bukan satu-satunya. Setiap kecamatan di Sultra biasanya punya beasiswa dari dana desa — cek kantor kelurahan atau desa masing-masing. Yang paling penting: siapkan dokumen sejak sekarang, jangan nunggu deadline mepet. Pendaftar yang rapi berkasnya punya peluang lebih besar daripada yang asal kirim.

Reporter: Sofyan Basri
Back to top