KENDARI — Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) kini bisa menukar sampah plastik menjadi saldo rekening saham. Inisiatif ini diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sulawesi Tenggara yang diserahkan langsung ke fakultas tersebut, Selasa (7/7/2026).
Kepala Kantor Perwakilan BEI Sultra, Bayu Saputra, menjelaskan bahwa program ini berbeda dari bank sampah konvensional. Sampah plastik yang dikumpulkan oleh sivitas akademika akan dijual ke pengelola bank sampah, lalu hasil penjualannya dikonversi menjadi saldo investasi saham atas nama mahasiswa.
"Jadi bukan sekadar mengumpulkan sampah. Sampah plastik yang bernilai ekonomi akan dijual, lalu hasilnya dikonversi menjadi saldo rekening saham mahasiswa. Dengan begitu, sampah berubah menjadi investasi yang berkelanjutan," ujar Bayu usai kegiatan Sekolah Pasar Modal di Aula Bahtiar FISIP UHO.
Menurut Bayu, konsep keuangan hijau yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan pasar modal ini merupakan yang pertama di Sulawesi. Ia mengklaim baru ada satu program serupa di Pulau Jawa, sehingga inovasi di FISIP UHO menjadi yang kedua di tingkat nasional.
"Ini merupakan program pertama di Sulawesi. Setahu kami baru ada satu program serupa di Pulau Jawa, sehingga yang ada di FISIP UHO ini menjadi yang kedua di Indonesia," katanya.
BEI berharap program ini bisa menjadi percontohan bagi perguruan tinggi dan institusi lain di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor, persoalan sampah plastik diharapkan dapat berubah menjadi peluang ekonomi sekaligus meningkatkan literasi keuangan generasi muda.
Bayu menegaskan bahwa program ini merupakan bukti komitmen BEI untuk memberikan manfaat nyata di luar sektor ekonomi. Sebagai Self-Regulatory Organization (SRO), BEI ingin memastikan pasar modal memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif.
"Pasar modal bukan hanya tempat perputaran ekonomi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini menjadi bukti bahwa investasi bisa berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan," ungkap Bayu.
Penyerahan CSR kepada FISIP UHO merupakan bagian dari program tahunan BEI Sultra. Sebelumnya, BEI telah menyalurkan bantuan berupa buku untuk Perpustakaan Kota Kendari, sumur bor di Kabupaten Konawe, hingga satu unit mobil operasional untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara.
"Selama saya bertugas di Sulawesi Tenggara, setiap tahun kami selalu menyalurkan CSR untuk mendukung pengembangan dan kemaslahatan sosial masyarakat. Tahun ini kami memilih FISIP UHO karena memiliki gagasan yang sangat inovatif," pungkas Bayu.