Pesona Wisata Wakatobi, Surga Diving dan Snorkeling di Sulawesi Tenggara

Penulis: Udin Syamsul  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 12:02:01 WIB

Wakatobi menjadi salah satu destinasi bahari terbaik di Indonesia, bahkan dunia. Namanya berasal dari gabungan empat pulau utama: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

Kekayaan bawah lautnya yang menjadi bagian dari segitiga karang dunia membuat Wakatobi wajib masuk daftar kunjungan pencinta wisata bahari.

Kekayaan Bawah Laut Wakatobi

Perairan Wakatobi menjadi rumah bagi lebih dari 750 spesies terumbu karang, menjadikannya salah satu titik terpenting dalam segitiga karang dunia (Coral Triangle).

Kejernihan air dan keanekaragaman biota lautnya menarik penyelam dari seluruh dunia untuk menjelajahi keindahan bawah laut Wakatobi.

Pulau Wangi-Wangi

Pulau Wangi-Wangi, atau sering disebut Wanci, menjadi gerbang utama menuju Wakatobi. Pantai Sombu di pulau ini terkenal dengan gugusan koral cantik yang bisa dinikmati hanya beberapa meter dari bibir pantai.

Kemudahan akses menjadikan Wangi-Wangi titik awal favorit sebelum menjelajahi pulau-pulau lain di Wakatobi.

Pulau Hoga

Pulau Hoga merupakan pulau kecil dengan garis pantai berpasir putih yang menjadi favorit untuk bersantai. Terdapat banyak titik snorkeling dangkal dengan table coral berukuran besar.

Ikan-ikan karang berwarna-warni yang mudah dijumpai menjadikan Pulau Hoga tempat ideal bagi pemula yang ingin mencoba snorkeling.

Waktu Terbaik Berkunjung

Musim terbaik untuk diving dan snorkeling di Wakatobi adalah bulan Maret hingga Desember, saat air laut jernih, gelombang tenang, dan visibilitas bawah air optimal.

Di luar aktivitas bawah laut, wisatawan juga bisa berkeliling pulau, piknik menikmati sunset, atau mengunjungi desa tradisional untuk mengenal budaya lokal.

Tips Berwisata Bahari di Wakatobi

  • Kunjungi Wakatobi pada Maret-Desember untuk visibilitas terbaik.
  • Gunakan operator diving resmi dan bersertifikat.
  • Pulau Hoga cocok untuk pemula yang baru mencoba snorkeling.
  • Jaga kelestarian terumbu karang dengan tidak menyentuh atau menginjaknya.

Baca juga informasi lainnya di portal berita Ini Sultra.

Reporter: Udin Syamsul
Back to top