SULAWESI TENGGARA — Kenaikan penjualan mobil di bulan Juni 2026 ini tidak hanya terjadi secara bulanan, tetapi juga menunjukkan akselerasi yang solid secara tahunan. Angka wholesales yang mencapai 77.550 unit tersebut naik 12 persen dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang sebesar 69.219 unit. Sementara itu, penyaluran dari diler ke konsumen langsung (retail) juga tumbuh 3,9 persen secara month-to-month dari 71.687 unit menjadi 74.507 unit.
Performa positif ini otomatis mengunci rapor hijau untuk semester pertama 2026. Secara kumulatif, penjualan wholesales periode Januari–Juni 2026 berhasil mendulang 436.564 unit atau tumbuh 15,9 persen dibanding semester I 2025. Penjualan retail pada periode yang sama juga naik 10,5 persen, dari 392.778 unit menjadi 433.848 unit.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyebutkan bahwa lonjakan ini tidak lepas dari meningkatnya minat terhadap kendaraan segmen elektrifikasi (xEV). Jenisnya pun kian beragam, mulai dari Battery Electric Vehicle (BEV), Hybrid Electric Vehicle (HEV), hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
"Dalam realitanya, penjualan xEV itu masih meningkat. Bahkan sampai saat ini kira-kira total market share xEV itu 26,1 persen. Artinya setiap satu dari empat mobil baru yang terjual saat ini adalah elektrifikasi," jelas Kukuh saat dihubungi Senin (6/7/2026).
Pertumbuhan ini terjadi meskipun insentif untuk BEV CBU yang sempat ada di 2025 kini tidak berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap kendaraan ramah lingkungan sudah mulai organik dan tidak sepenuhnya bergantung pada stimulus pemerintah.
Melihat data tahun sebelumnya, segmen hibrida juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, penjualan HEV tercatat sebanyak 65.943 unit, naik 10 persen dibanding 2024 yang hanya 59.903 unit. Sementara itu, PHEV mencatatkan lompatan paling drastis dengan angka 5.270 unit, melonjak signifikan dari periode 2024 yang hanya terangkum 136 unit.
Kombinasi penjualan HEV dan PHEV sepanjang 2025 total mencapai 71.213 unit. Angka ini menjadi modal kuat bagi Gaikindo untuk optimistis target penjualan nasional 850 ribu unit hingga akhir 2026 bisa tercapai.
Kukuh menegaskan bahwa capaian hingga Mei 2026 masih lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu secara year-on-year. Menurutnya, momentum positif ini perlu dijaga dengan stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat yang masih terjaga.
"Sampai Mei itu masih lebih baik dibanding 2025. Perlu kita ketahui di 2025 itu kan ada insentif BEV CBU, sekarang sedang tidak ada," tambahnya.
Dengan tren penjualan yang terus menguat dan diversifikasi teknologi elektrifikasi yang semakin diterima pasar, industri otomotif nasional diprediksi akan menutup tahun ini dengan catatan positif, didorong oleh model-model xEV yang kian laris di pasaran.