Cegah Gagal Ginjal Sejak Remaja, Universitas Mandala Waluya Kendari Bekali Siswa dengan Buku Saku dan Jurnal Minum

Penulis: Sofyan Basri  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 15:48:31 WIB
Siswa sekolah di Kendari menerima buku saku dan jurnal minum dari UMW sebagai bagian edukasi cegah gagal ginjal.

KENDARI — Kebiasaan remaja yang gemar minuman berpemanis dan enggan minum air putih menjadi sasaran utama program edukasi kesehatan ginjal yang digagas Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari. Melalui program bernama Sehati-Remaja, universitas ini mengedukasi para siswa di sejumlah sekolah di Kota Kendari untuk mengubah perilaku tersebut sebelum terlambat.

Bekali Siswa dengan Jurnal Harian dan Kode QR

Ketua Tim Pelaksana Program UMW Kendari, Asbath Said, mengatakan bahwa pencegahan gangguan ginjal tidak bisa menunggu dewasa. Edukasi harus dimulai dari bangku sekolah. "Program ini kami kembangkan, karena pencegahan gangguan ginjal tidak bisa menunggu saat seseorang dewasa. Edukasi harus dimulai sejak remaja, terutama melalui lingkungan sekolah," ujarnya di Kendari, Minggu.

Rangkaian kegiatan edukasi ini dirancang agar siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Tim pelaksana menyediakan buku saku, jurnal harian untuk mencatat volume konsumsi air putih dan minuman berpemanis, serta papan monitoring perilaku sehat di sekolah.

Selain itu, tersedia pula media literasi digital yang dapat diakses melalui kode respons cepat (QR code). Di dalamnya, siswa bisa menemukan materi edukasi, video pembelajaran, buku digital, hingga kuis interaktif untuk menguji pemahaman mereka.

Kader Siswa Jadi Agen Perubahan Antar-Teman Sebaya

Program ini juga memberdayakan sejumlah kader siswa yang bertugas sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan bisa saling mengingatkan teman sebaya untuk membatasi minuman berpemanis dan membiasakan minum air putih yang cukup.

"Siswa diajak memahami pentingnya minum air putih yang cukup, membatasi minuman berpemanis, dan membiasakan perilaku sehat yang sederhana, tetapi berdampak besar bagi kesehatan ginjal," tambah Asbath.

Pendekatan ini menekankan perubahan perilaku yang terukur. Dengan jurnal harian, pihak sekolah dapat melakukan pemantauan secara berkala terhadap kebiasaan minum para siswanya.

Dukung Program UKS dan Dibiayai Kemendiktisaintek

Pihak sekolah menyambut positif langkah UMW Kendari. Program ini dinilai memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan mendukung pembentukan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan. Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami dan medianya menarik bagi siswa.

Program Sehati-Remaja merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Inisiatif ini menjadi bentuk penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi kesehatan promotif dan preventif di Sulawesi Tenggara.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: sultra.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top