MUNA — Puluhan orang tua murid yang anaknya tidak diterima di SMAN 1 Raha menggeruduk Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara, Selasa (14/7/2026). Mereka meminta kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) agar anak-anaknya bisa bersekolah di SMAN 1 Raha.
Karya Wisata, salah seorang orang tua murid, mengungkapkan bahwa rumahnya secara zonasi sangat dekat dengan SMAN 1 Raha. Anaknya pun bersikeras tidak mau sekolah lain selain SMAN 1.
"Secara psikologi, anak-anak kami terganggu. Mereka inginkan bersekolah di SMAN 1 Raha," kata Karya kepada petugas KCD di lokasi.
Kepala SMAN 1 Raha, Achmad Djaya Adi, menjelaskan bahwa tahun ajaran baru ini sekolahnya hanya memiliki kuota 432 orang dengan jumlah 12 rombel. Ia mengaku tidak menyangka jumlah pendaftar membludak hingga 536 orang.
"Yang tidak lulus sekitar 103 orang," sebut Achmad.
Pihak sekolah mengaku sudah berusaha mengakomodasi murid-murid yang tidak lulus dengan mempertimbangkan jumlah rombel dan ketersediaan guru. Namun, Achmad menegaskan bahwa pihaknya harus patuh pada aturan yang berlaku.
"Saat proses SPMB, kita sudah usulkan penambahan rombel, tetapi tidak bisa," ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) SMA KCD Muna, Adi Munardi Kuti, berjanji akan menyampaikan aspirasi orang tua murid ke Dikbud Sultra. Namun, Adi belum bisa memastikan apakah permintaan penambahan rombel akan dikabulkan atau tidak.
Hingga berita ini diturunkan, para orang tua masih menunggu kepastian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka berharap ada solusi agar anak-anak yang tinggal di sekitar SMAN 1 Raha tetap bisa bersekolah di sana. (B)