SULAWESI TENGGARA — Laga panas di Dallas Stadium menyajikan tempo tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Spanyol dan Prancis saling jual beli serangan, namun pertahanan kokoh kedua tim membuat peluang bersih masih langka hingga 20 menit pertama.
Pembeda datang di menit ke-22. Lamine Yamal, pemain muda Barcelona, menjadi aktor utama saat ia dijatuhkan oleh bek kiri Prancis, Lucas Digne. Digne yang bermaksud membuang bola justru menendang Yamal yang muncul dari blind spot-nya.
Wasit asal El Salvador, Ivan Barton, tanpa ragu menunjuk titik putih. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari pelatih Didier Deschamps dan kapten Prancis, Kylian Mbappe. Namun, setelah berkonsultasi dengan Video Assistant Referee (VAR), Barton tetap pada keputusannya.
Mikel Oyarzabal yang ditunjuk sebagai algojo sukses menaklukkan Mike Maignan. Eksekusi penalti yang tenang membawa La Furia Roja unggul 1-0. Keunggulan ini menjadi modal berharga bagi Spanyol untuk melangkah ke babak kedua.
Prancis mendapat pukulan telak setelah jeda minum (hydration break). Bek tengah andalan mereka, William Saliba, harus ditarik keluar karena cedera. Kehilangan Saliba membuat lini belakang Les Bleus semakin rentan terhadap serangan balik Spanyol.
Setelah gol penalti, Spanyol nyaris menggandakan keunggulan. Alex Baena dan Fabian Ruiz masing-masing mendapatkan peluang emas, namun penyelesaian akhir mereka masih kurang akurat. Gagal memanfaatkan momentum ini bisa menjadi bumerang bagi Spanyol di babak kedua.
Prancis yang tertinggal dan kehilangan satu pemain bertahan diprediksi akan tampil lebih agresif di babak kedua. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele diharapkan bisa menjadi pembeda untuk menyamakan kedudukan.
Prancis: Maignan, Kounde, Upamecano, Saliba, Digne, Tchouameni, Rabiot, Dembele, Olise, Barcola, Mbappe.
Spanyol: Simon, Porro, Cubarsi, Laporte, Cucurella, Rodri, Fabian, Yamal, Olmo, Baena, Oyarzabal.