KENDARI — Sebanyak 100 hingga 150 praja IPDN direncanakan turun ke Kota Kendari dalam waktu dekat. Mereka akan menjalani Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dipusatkan di sejumlah titik strategis yang sudah dipetakan oleh pemerintah kota.
Pemkot Kendari tidak hanya menyambut kedatangan mereka, tetapi juga telah menyusun skema lokasi berdasarkan kebutuhan program. Wakil Wali Kota Sudirman menyebutkan, kawasan Nambo, Abeli, dan Sambuli diprioritaskan jika pengabdian menyasar masyarakat pesisir dan nelayan.
“Kalau orientasinya menyasar masyarakat nelayan, kita bisa arahkan ke wilayah pesisir seperti Nambo, Abeli, atau Sambuli. Namun, jika sasaran pengabdiannya sektor pertanian maupun pelaku UMKM, Baruga dan Labibia sangat cocok menjadi lokus kegiatan,” kata Sudirman saat menerima audiensi Tim IPDN Sulawesi Utara di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Pemetaan lokasi ini menunjukkan bahwa Pemkot Kendari menginginkan program pengabdian praja IPDN benar-benar menyentuh kebutuhan riil warganya. Wilayah pesisir seperti Nambo dan Abeli selama ini dikenal sebagai sentra perikanan, sementara Baruga dan Labibia merupakan kawasan dengan konsentrasi UMKM dan usaha pertanian skala kecil.
Selain lokasi lapangan, Pemkot juga menawarkan Aula Samaturu di Kantor Wali Kota sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan ruang pertemuan skala besar. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Kami sangat terbuka dan siap memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan kegiatan. Kami ingin program pengabdian ini berjalan lancar sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Kendari,” tegas Sudirman.
Tim IPDN Sulawesi Utara yang dipimpin Renny Elisabeth Tanioa mengungkapkan bahwa Kendari dipilih sebagai salah satu lokasi utama PKM. Menurutnya, koordinasi teknis, termasuk penentuan lokasi final, menjadi tahapan penting sebelum kegiatan dilaksanakan.
“Kami sangat berharap dalam waktu dekat koordinasi teknis, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan kegiatan PKM di Kota Kendari, dapat difasilitasi dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana,” ungkap Renny dalam pertemuan tersebut.
Program ini dijadwalkan melibatkan dosen pembimbing yang akan mendampingi para praja selama masa pengabdian. Pemkot Kendari berharap kehadiran praja IPDN tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan.