BAUBAU — Sebanyak 11 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara mengirimkan atlet angkat berat mereka ke Kota Baubau. Lomba yang digelar Pemkot Baubau tahun 2026 ini bukan sekadar kompetisi medali, melainkan ajang seleksi bibit atlet untuk Porprov Sultra di Kendari dan Kejurnas di tingkat nasional.
Moh Tasdik menekankan bahwa setiap beban yang diangkat atlet di atas platform mencerminkan lebih dari sekadar kekuatan fisik. "Beban yang diangkat di atas platform bukan hanya menggambarkan kekuatan fisik semata, melainkan cerminan ketangguhan mental, disiplin tinggi, serta tekad kuat untuk meraih prestasi terbaik," ujarnya di Kendari, Selasa.
Ia menambahkan, kejuaraan ini menjadi barometer penting keberhasilan pembinaan olahraga prestasi di Bumi Sultra. Menurutnya, daerah harus mampu membina, merawat, dan mengembangkan potensi atlet agar berdaya saing tinggi.
Pemkot Baubau menyampaikan apresiasi atas partisipasi kontingen dari 11 daerah se-Sultra. Kehadiran para atlet, pelatih, dan ofisial diharapkan mempererat tali persaudaraan antardaerah.
Moh Tasdik berpesan kepada para lifter untuk menjadikan setiap pertandingan sebagai wujud dedikasi dan disiplin yang telah ditempa melalui latihan keras. Ia menegaskan komitmen penuh Pemkot Baubau dalam mendukung pengembangan olahraga prestasi guna mencetak lifter-lifter unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah lebih luas.
Melalui ajang ini, para atlet terbaik Sultra diharapkan tidak hanya siap menghadapi Porprov Sultra yang akan berlangsung di Kota Kendari. Mereka juga ditargetkan mampu mewakili provinsi di tingkat nasional untuk memperkuat posisi olahraga daerah.
Lomba angkat berat ini menjadi salah satu upaya sistematis Pemkot Baubau dalam menjaring talenta muda. Dengan persaingan dari 11 daerah, kualitas lifter yang muncul diharapkan bisa bersaing di level yang lebih tinggi.