KENDARI — Realisasi penerimaan negara di Sulawesi Tenggara menunjukkan pertumbuhan signifikan. KPPBC TMP C Kendari melaporkan penerimaan semester pertama 2026 mencapai Rp297,7 miliar, meningkat Rp171,9 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC TMP C Kendari, Mukhlis, menyebut capaian ini sudah melampaui target tahunan. "Capaian ini telah menembus 186,3 persen dari total target tahunan 2026 yang ditetapkan sebesar Rp159,8 miliar," katanya di Kendari, Kamis.
Berdasarkan rincian per 30 Juni 2026, pos Bea Masuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp296,7 miliar. Penerimaan Bea Keluar tercatat Rp547,2 juta, dan Denda Administrasi Cukai menyumbang Rp447,8 juta.
Selain penerimaan negara, Bea Cukai Kendari juga berhasil menghimpun Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) yang terdiri dari PPN dan PPh. Total nilai PDRI yang dihimpun mencapai Rp2,14 triliun, dengan rincian PPN Impor sebesar Rp2 triliun dan PPh Impor Rp132 miliar.
Mukhlis mengungkapkan, Bea Cukai Kendari terus mendorong ekspor dari berbagai sektor. Hingga 30 Juni 2026, nilai devisa ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara yang dicatat mencapai 1,7 miliar dolar AS, setara Rp31,26 triliun. Mayoritas devisa ini disumbang sektor pertambangan.
Sektor nonpertambangan seperti perikanan, perkebunan, dan kehutanan juga menunjukkan geliat positif. "Tercatat sebanyak 19 pelaku usaha sektor nonpertambangan sukses melaksanakan ekspor berkelanjutan, serta lahirnya enam ekspor perdana di sepanjang paruh pertama tahun ini," ujar Mukhlis.
Sektor nonpertambangan yang sebagian besar digerakkan UMKM dan IKM ini berhasil menghimpun devisa ekspor sebesar 11 juta dolar AS atau setara Rp200 miliar. Kontribusi ini menjadi indikator diversifikasi ekonomi daerah mulai berjalan.