Pemkot Kendari Terbitkan Edaran Pembatasan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Literasi Digital Digencarkan di 6 SMP

Penulis: Udin Syamsul  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 10:51:01 WIB
Pemkot Kendari menerbitkan edaran pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun serta menggencarkan literasi digital di enam SMP.

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari tidak sekadar melarang, tetapi juga membekali pelajar dengan pemahaman etika bermedia digital dan keamanan siber. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran akan dampak negatif penggunaan gawai yang tidak terkontrol pada anak usia sekolah.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Kendari, Hery, menyatakan bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi generasi muda. "Literasi digital bukan hanya mengajarkan anak-anak menggunakan gawai atau internet, tetapi juga bagaimana mereka mampu berpikir kritis, memahami etika bermedia digital, menjaga keamanan data pribadi, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif dan produktif," ujarnya di SMP Negeri 5 Kendari.

Enam SMP Jadi Sasaran Awal Sosialisasi

Kegiatan sosialisasi digelar di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 13 Kendari. Materi yang disampaikan mencakup etika digital, perlindungan data pribadi, hingga cara memanfaatkan internet untuk belajar dan berkarya.

Hery menegaskan bahwa Surat Edaran Wali Kota bukanlah alat untuk mengekang kreativitas anak. Sebaliknya, aturan ini menjadi dasar bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawasi penggunaan internet. "Melalui kegiatan ini kami memberikan edukasi literasi digital kepada peserta didik sekaligus mengajak guru dan orang tua untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet dan media sosial oleh anak," tambahnya.

Orangtua Jadi Kunci Pengawasan Digital

Kepala Diskominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menekankan bahwa keberhasilan menciptakan ruang digital yang aman tidak bisa dibebankan hanya pada sekolah. Menurutnya, pendampingan orang tua saat anak mengakses internet menjadi faktor penentu. "Kami ingin anak-anak Kota Kendari tumbuh sebagai generasi yang cakap digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Teknologi harus menjadi sarana belajar dan berinovasi, bukan justru membawa dampak negatif terhadap perkembangan mereka," jelasnya.

Pemerintah Kota Kendari berencana memperluas program literasi digital ke lebih banyak sekolah. Sahuriyanto menambahkan, transformasi digital tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga membangun sumber daya manusia yang bijak dan bertanggung jawab. "Dengan kolaborasi ini, kami optimistis akan lahir generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk belajar, berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah," tandasnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: terassultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top