KENDARI — Keputusan untuk meninggalkan Kolaka bukanlah perkara mudah bagi Tri Rama Dandi. Ia mengaku kota kelahirannya itu menyimpan terlalu banyak kenangan pahit yang membuatnya memilih untuk memulai hidup baru di ibu kota provinsi.
Sejak 17 Juli 2026, Tri bersama putranya telah menetap di Kendari. Perjuangan berat sudah ia lalui jauh sebelum memutuskan pindah. Saat masih menjadi pengemudi ojek online di Kolaka, ia pernah terpaksa meninggalkan anaknya sendirian di kamar kos selama berjam-jam demi mencari nafkah.
Keterbatasan ekonomi menjadi alasan utama. Tri mengaku tidak memiliki sanak saudara yang bisa membantu mengawasi sang buah hati, sementara biaya penitipan anak berada di luar jangkauannya.
Setiap pagi sebelum berangkat mencari orderan, ia memastikan semua kebutuhan Al Faizih tersedia. Mulai dari makanan, susu, hingga mainan diletakkan dalam jangkauan anaknya. Satu-satunya cara ia memantau kondisi putranya adalah melalui kamera CCTV yang dipasang di sudut kamar kos.
"Di sela-sela menerima pesanan dan mengantar penumpang, perhatian Tri tidak hanya tertuju pada aplikasi ojek online, tetapi juga pada layar ponselnya yang menampilkan kondisi putranya secara langsung melalui CCTV," demikian informasi yang dihimpun Nasionalinfo.com.
Penghasilan sebagai pengemudi ojek online tidak bisa dibilang stabil. Namun, apa pun yang ia peroleh setiap hari, seluruhnya digunakan untuk membeli kebutuhan Al Faizih dan membayar sewa kamar kos.
Tri diketahui telah berpisah dari istrinya. Sejak saat itu, ia harus menjalani peran sebagai orang tua tunggal sekaligus tulang punggung keluarga kecilnya.
Di tengah masyarakat, beredar informasi bahwa mantan istri Tri telah menikah kembali dan memiliki dua orang anak. Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya oleh media.
Kini, di Kendari, Tri berharap bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia ingin memberikan masa depan yang layak bagi Al Faizih, tumbuh dengan kehidupan yang jauh lebih baik dari masa lalunya di Kolaka.