SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan data yang dihimpun hingga siang hari, banjir telah mempengaruhi 30 rumah di wilayah tersebut. Satu rumah di komune Bac Me harus direlokasi secara darurat, sementara 25 rumah lainnya mengalami kerusakan akibat longsor, terutama di komune Lam Binh, Dong Van, dan Xin Man. Selain itu, delapan saluran irigasi di komune Lam Binh dan Xin Man turut rusak.
Di sektor pertanian, lebih dari 60 hektare sawah terdampak dan terendam. Kerusakan paling parah terjadi di komune Lam Binh, di mana lebih dari 33 hektare sawah dan hampir 9,5 hektare sayuran hanyut terbawa arus. Sebanyak 9,5 hektare jagung juga ikut terendam, bersama dengan sejumlah ternak milik warga.
Akses Jalan Lumpuh, 55 Titik Longsor Tutupi Jalan Raya
Bencana ini memicu longsor di 55 lokasi di sepanjang jalan di komune Lung Cu, Bac Me, Tat Nga, Ngoc Long, Xin Man, dan Yen Minh. Material longsor mencapai ribuan meter kubik, menyebabkan kemacetan lalu lintas lokal. Banyak bagian tanggul longsor total dan menutupi permukaan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Pemerintah setempat telah mengerahkan pasukan di lokasi untuk membantu warga membersihkan puing-puing dan memulihkan jalur lalu lintas. Proses evakuasi harta benda warga ke tempat aman juga tengah dilakukan.
Peringatan Dini: Hujan Lebat Masih Berpotensi hingga 1 Juli
Menurut Stasiun Meteorologi dan Hidrologi Provinsi Tuyen Quang, hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi mulai dini hari 30 Juni hingga 1 Juli. Beberapa daerah diprediksi mengalami hujan sangat lebat disertai badai petir. Total curah hujan diperkirakan berkisar antara 70 hingga 200 mm, bahkan di beberapa titik bisa melebihi 300 mm.
Pihak berwenang mengimbau warga di daerah perbukitan dan pegunungan dengan medan curam untuk waspada terhadap risiko banjir bandang dan tanah longsor. Daerah dataran rendah dan pusat kota juga berpotensi mengalami banjir. Hujan lebat diprediksi terkonsentrasi pada sore, malam, dan pagi hari.
Respons Pemerintah: Siaga Empat dan Evakuasi Proaktif
Pemerintah daerah setempat telah meninjau area berisiko tinggi terhadap longsor dan banjir bandang. Secara proaktif, rencana evakuasi warga disiapkan jika situasi memburuk. Prinsip "empat kali siaga di tempat" diterapkan untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja, perbekalan, dan peralatan yang cukup.
Berdasarkan laporan terbaru, banjir dengan amplitudo 1-3 meter telah terjadi di Sungai Gam di komune Bac Me dan berfluktuasi pada tingkat peringatan I. Otoritas setempat mengimbau warga untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Perkiraan awal kerugian akibat banjir mencapai sekitar 8 miliar VND.