KOLAKA — Sikap politik organisasi ini terungkap melalui rilis poster dukungan resmi yang beredar di lingkungan warga Nahdliyin Kolaka. Dalam poster tersebut, PCNU Kolaka secara tegas menyatakan, "Menyatakan Dukungan Kepada Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama 2026."
Deklarasi ini menjadi salah satu sinyalemen awal dinamika kontestasi menjelang Muktamar NU ke-35 yang diperkirakan akan menyedot perhatian besar warga Nahdliyin di seluruh Indonesia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keputusan ini merupakan hasil kesepakatan jajaran pimpinan tertinggi PCNU Kolaka.
Pernyataan dukungan ini tidak muncul tanpa alasan kuat. Terdapat kutipan harapan agar di bawah kepemimpinan KH. Nasaruddin Umar, NU ke depan dapat mengusung "Kepemimpinan Berbasis Ilmu, Pengalaman, Persatuan, dan Khidmat untuk Kemajuan Nahdlatul Ulama."
Poster deklarasi tersebut merinci lima poin alasan yang mendasari dukungan kepada mantan Wakil Menteri Agama RI tersebut:
Keputusan strategis ini diambil melalui kesepakatan jajaran pimpinan tertinggi PCNU Kolaka, yang saat ini dikomandoi oleh Alimuddin, S.Ag selaku Ketua Tanfidziyah. Proses pembahasan berlangsung di bawah bimbingan Rois Syuriah, H. Muh. Duwana Said, yang juga dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Baiturrahim Kolaka.
Keterlibatan pimpinan pesantren dalam pengambilan keputusan ini menunjukkan bahwa dukungan tersebut lahir dari musyawarah internal yang melibatkan unsur syuriah dan tanfidziyah. Hal ini memperkuat legitimasi sikap politik PCNU Kolaka di mata warga Nahdliyin setempat.
Dukungan dari PCNU Kolaka menambah daftar dukungan awal yang mulai mengalir menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Kontestasi kali ini diprediksi berlangsung ketat mengingat posisi strategis Ketua Umum PBNU sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia.
KH. Nasaruddin Umar sendiri dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal dan tokoh yang aktif menyuarakan moderasi beragama. Kapasitasnya sebagai ulama dan intelektual menjadi modal utama dalam kontestasi nanti, dengan dukungan dari berbagai pengurus cabang di daerah mulai berdatangan.