Mobil Listrik Ioniq 5 Ringsek Tertimpa Pohon di Depan Rumah Ketua DPRD Medan, Palisade Kena Imbasnya

Penulis: Reza Maulana  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:23:31 WIB
Pohon mahoni tumbang menimpa Hyundai Ioniq 5 dan Hyundai Palisade di depan rumah Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan, di Jalan Budi Pembangunan III, Medan, Senin malam.

SULAWESI TENGGARA — Kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Budi Pembangunan III No. 1-D, tepat di depan kediaman Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan. Pohon mahoni yang tumbang juga ikut merusak area depan Kantor Lurah Pulo Brayan Kota yang berada di lokasi yang sama. Saat kejadian, Wong sedang menjalani kunjungan kerja ke luar kota dan baru mengetahui kabar ini dari petugas keamanan rumahnya.

Ioniq 5: Kerusakan Paling Parah di Bagian Atas

Dari dua kendaraan yang tertimpa, Hyundai Ioniq 5 yang merupakan mobil listrik murni mengalami kerusakan paling berat. Batang pohon besar menghantam bagian atap dan pilar, area yang menjadi titik terlemah struktur mobil jika tertimpa benda berat dari atas. Meski detail teknis belum dirilis, kerusakan pada bagian ini biasanya berdampak langsung pada integritas rangka dan sistem kelistrikan yang tertanam di atap.

Buat pemilik Ioniq 5, ini catatan penting: baterai dan motor listrik memang aman, tapi komponen elektronik seperti sensor ADAS dan kabel kanal atap sangat rentan. Biaya perbaikan untuk mobil listrik dengan kerusakan struktural seperti ini bisa jauh lebih tinggi dibanding mobil konvensional, karena sistem kalibrasi ulang yang wajib dilakukan di diler resmi.

Hyundai Palisade: Dampak di Bagian Belakang

Sementara itu, Hyundai Palisade yang terparkir di sampingnya mengalami kerusakan pada bagian belakang akibat tertimpa dahan dan cabang yang lebih kecil. Untuk ukuran SUV besar, kerusakan bumper, spoiler, dan pintu bagasi mungkin terlihat lebih ringan. Tapi yang perlu diwaspadai adalah potensi kerusakan tersembunyi pada sensor parkir belakang dan kamera 360 derajat yang posisinya persis di area tersebut.

Palisade sendiri dikenal sebagai salah satu SUV premium dengan fitur keselamatan berlapis. Ironisnya, justru fitur-fitur elektronik di bagian belakang itulah yang paling sensitif terhadap benturan fisik. Kalau sensor atau kamera-nya rusak, sistem parkir otomatis dan blind spot monitoring bisa langsung error.

Sudah Ada Peringatan, Tapi Tak Direspon

Yang menarik dari insiden ini adalah fakta bahwa pihak kelurahan sebenarnya sudah menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan untuk memangkas pohon-pohon tua yang dianggap berisiko. Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Nasution, mengakui bahwa surat tersebut belum mendapat tanggapan hingga pohon tumbang terjadi.

Ini bukan soal siapa yang salah, tapi soal manajemen risiko perkotaan yang sering telat bertindak. Pohon mahoni yang sudah berusia tua dan terlalu rindang seharusnya jadi prioritas pemangkasan, apalagi di area padat pemukiman dan perkantoran pemerintahan. Kalau pohon ini tumbang saat jam kantor dan menimpa warga yang melintas, dampaknya bisa jauh lebih fatal.

Apa yang Bisa Dipelajari Pemilik Mobil?

Untuk pembaca yang punya mobil senilai ratusan juta rupiah, ada tiga hal yang bisa dipetik dari kejadian ini. Pertama, hindari parkir di bawah pohon besar yang sudah terlihat tua atau rindang, terutama saat musim hujan dengan angin kencang. Kedua, mobil listrik dan SUV premium memang punya fitur keselamatan canggih, tapi tidak ada fitur yang bisa melindungi dari jatuhan batang pohon besar.

Ketiga, kalau memang tidak ada pilihan parkir lain, pertimbangkan untuk mengecek kondisi pohon secara rutin atau minta pihak pengelola lingkungan untuk memangkas dahan yang menggantung. Wong Chun Sen sendiri sudah memastikan akan melaporkan kejadian ini ke Sekretariat DPRD Kota Medan untuk proses perbaikan kedua kendaraan dinas tersebut.

Biaya perbaikan mobil listrik seperti Ioniq 5 yang mengalami kerusakan struktural biasanya menembus angka ratusan juta rupiah, tergantung tingkat keparahan dan ketersediaan suku cadang. Ini belum termasuk biaya sewa mobil pengganti selama masa perbaikan yang bisa memakan waktu berminggu-minggu. Semoga kejadian ini jadi pelajaran untuk semua pihak, baik pemilik kendaraan maupun pengelola lingkungan perkotaan.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: metrorakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top