KONAWE — Dinamika politik di Bumi Sorume, Kabupaten Kolaka Timur, memasuki babak baru. Setelah Yosep Sahaka diproses menjadi bupati definitif menggantikan Abdul Azis yang berstatus tersangka KPK, publik kini mengarahkan pandangan pada kursi wakil bupati yang lowong. Nama Nasrullah Faizal muncul sebagai salah satu kandidat kuat dari Partai NasDem.
Kesiapan di Tengah Mekanisme Partai
Nasrullah tidak menampik peluang tersebut. Ia mengaku siap menjalankan tugas apabila partai memberikan mandat resmi.
"Insya Allah, doakan saja semoga dimudahkan," ujarnya di Unaaha, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, restu dari partai menjadi syarat mutlak sebelum melangkah lebih jauh. Ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan mekanisme partai politik pengusung dan DPRD Koltim.
Jalur Politik: Siapa yang Berhak Mengusulkan?
Proses pengisian jabatan wakil bupati memiliki aturan main yang jelas. Partai pengusung pasangan Abdul Azis-Yosep Sahaka pada Pilkada lalu, yakni NasDem, PAN, dan PSI, berhak mengajukan dua nama kandidat.
Dua nama tersebut nantinya akan dipilih melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Kolaka Timur. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari ketiga partai soal figur yang akan diusulkan.
Jejaring Kuat di Balik Layar
Nama Nasrullah dinilai memiliki peluang besar. Selain menjabat Ketua DPD NasDem Konawe, ia dikenal dekat dengan Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra, yang merupakan putra Ketua DPW NasDem Sultra, Ali Mazi.
Jejaring politik yang kuat ini menjadi modal penting dalam proses lobi antarpartai. Namun, Nasrullah memilih bersikap tenang dan menunggu arahan dari DPP.
Langkah Selanjutnya Menunggu Kepastian Hukum
Proses pendefinitifan Yosep Sahaka masih berjalan sesuai mekanisme perundang-undangan. Penjabat Sekda Sultra, Muhammad Fadlansyah, memastikan tahapan tersebut terus berproses.
Setelah Yosep resmi dilantik, barulah tahapan pengisian wakil bupati bergulir. Publik Koltim pun menanti kepastian dari partai pengusung, apakah kursi wakil akan diisi oleh kader internal atau tokoh lain dari luar daerah.