KENDARI — Aktivitas perdagangan Sarang Burung Walet (SBW) asal Sulawesi Tenggara meningkat tajam pada Agustus 2026. Karantina Sulawesi Tenggara mencatat total 2.260,4 kilogram SBW dikirim ke berbagai daerah di Indonesia melalui 47 kali pengiriman sepanjang bulan tersebut.
Nilai ekonomi dari komoditas yang dikirim selama periode itu diperkirakan mencapai Rp11,3 miliar. Angka ini menjadi indikator penguatan salah satu produk unggulan dari sektor peternakan di provinsi tersebut.
Terbaru, petugas karantina memeriksa 44 kilogram SBW yang akan dikirim menuju Medan, Sumatera Utara. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina serta sesuai dengan dokumen pengiriman.
Dalam proses tersebut, petugas memeriksa kondisi fisik, jenis, serta jumlah SBW sebelum mencocokkannya dengan dokumen yang dilampirkan.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan Karantina Sultra, drh. Nichlah Rifqiyah, M.Sc, mengatakan potensi perdagangan komoditas ini cukup besar. Ia menyebut volume perdagangan SBW Sultra pada Agustus mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Sepanjang bulan Agustus, volume perdagangan SBW Sultra mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan Juli,” ujarnya.
Menurut Nichlah, perdagangan SBW asal Sultra saat ini masih didominasi oleh pasar domestik. Beberapa daerah tujuan utama pengiriman meliputi Medan, Jakarta, Surabaya, dan Semarang.
Pengawasan karantina disebutnya diperlukan untuk memastikan seluruh lalu lintas komoditas berjalan sesuai prosedur. Aspek kesehatan dan keamanan SBW selama proses pengiriman juga menjadi perhatian utama petugas di lapangan.
Karantina Sulawesi Tenggara menyatakan akan terus mengawal lalu lintas SBW menuju berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini sekaligus untuk mendukung pengembangan SBW sebagai salah satu komoditas unggulan Sulawesi Tenggara.