Pencarian

UIN Kendari Gelar Forum Ekonomi Regional Sulawesi 2026, Bahas Pengelolaan Nikel 1,68 Miliar Ton dengan Pendekatan Ekoteologi

Selasa, 25 Agustus 2026 • 15:04:02 WIB
UIN Kendari Gelar Forum Ekonomi Regional Sulawesi 2026, Bahas Pengelolaan Nikel 1,68 Miliar Ton dengan Pendekatan Ekoteologi
Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA., dijadwalkan membuka Forum Ekonomi Regional (FER) Sulawesi Kendari 2026 di UIN Kendari.

KENDARI — Sulawesi Tenggara memegang peran vital dalam industri logam dasar nasional dengan cadangan bijih nikel mencapai 1,68 miliar ton dan sumber daya sebesar 6,26 miliar ton. Pusat pengolahan nikel terintegrasi yang tersebar di Pomalaa, Morosi, dan Konawe pada area seluas 198.624,66 km² telah menjadikan wilayah ini salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi. Namun di balik angka tersebut, terdapat tantangan ekologis serius berupa rekor deforestasi dan dampak limpasan sedimen ke wilayah pesisir.

Forum Ekonomi Regional (FER) Sulawesi Kendari 2026 yang digelar UIN Kendari bersama Kabar Grup Indonesia (KGI) mencoba menjembatani dua kepentingan tersebut. Mengusung tema "Ekoteologi: Mewujudkan Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Ekoteologi", forum ini mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan masyarakat dalam satu ruang dialog. Tujuannya memadukan kesadaran spiritual, wawasan ilmiah, dan aksi nyata dalam tata kelola lingkungan hidup.

Menteri Agama dan Gubernur Sultra Jadi Pembicara Kunci

Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, MA., akan membuka forum sebagai keynote speaker. Turut hadir memberikan paparan strategis Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc., Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, S.E., M.M., serta Wakil Gubernur Dr. Ir. H. Hugua, M.Ling.

Rektor UIN Kendari Prof. Dr. H. Husain Insawan, M.Ag., dan CEO KGI Upi Asmaradhana juga masuk dalam daftar pembicara. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan forum tidak sekadar ajang seremonial, tetapi diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan konkret untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Dua Sesi Diskusi Bahas Kebijakan Lokal hingga Instrumen Moneter

Rangkaian forum terbagi ke dalam dua sesi diskusi dengan perspektif berbeda. Diskusi I berfokus pada penguatan fondasi kebijakan lokal, ekonomi regional, serta keterlibatan dunia usaha dan media. Sesi ini menghadirkan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., pakar ekonomi Abdul Rahman Farisi, SE., MSE., Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, Direktur HRD PT Trio Kencana Syahrir, serta dosen dan praktisi media Dr. Mahdar, S.S., M.A.P., M.I.Kom.

Diskusi II memperluas cakupan pembahasan pada dimensi sosiologis, regulasi nasional, hingga instrumen moneter dan literasi masyarakat. Sesi ini diisi Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, S.Sos., M.B.A., pakar sosiologi Universitas Hasanuddin Dr. Sawedi Muhammad, S.Sos., M.Sc., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara Edwin Permadi, serta Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara H. La Ode Umar Bonte, S.H., M.H.

Sinergitas Lintas Sektor dan Dukungan Dunia Usaha

Penyelenggaraan agenda ini didukung penuh Kementerian Agama RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Kendari, dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Bank Indonesia, Athaya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Tenggara, PT Trio Kencana, Kaukus Timur Indonesia, serta HIPMI Sulawesi Tenggara turut menyorong acara ini.

Jejaring media partner yang membantu publikasi meliputi KabarIndonesia, KabarBursa, Kabar Makassar, MCNnewsultra.id, Sultranesia, Lajur.co, Zonasultra.id, dan Panji. Kehadiran forum ini diharapkan menjadi pijakan aksi nyata dalam mentransformasikan nilai-nilai spiritual dan keagamaan menjadi gerakan kelestarian lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui forum ini, Sulawesi Tenggara meneguhkan posisinya sebagai pelopor simpul gerakan ekoteologi dan pengelolaan sumber daya alam berkeadaban di kawasan timur Indonesia. Indonesia sendiri diharapkan menjadi percontohan global dalam mengintegrasikan nilai keimanan, kearifan lokal, dan kebijakan publik demi menjaga keberlanjutan bumi.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks