KENDARI — J&T Express menegaskan komitmennya memperkuat sistem logistik nasional di tengat pertumbuhan industri yang signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, sejalan dengan kinerja perseroan yang mencatatkan lonjakan jumlah kiriman hingga 65 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama J&T Express, Robin Lo, menyatakan pertumbuhan tersebut tidak hanya diukur dari volume paket, tetapi juga dari kapasitas jaringan yang adaptif. “Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi cara untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media, Kamis (21/8).
Untuk mengimbangi lonjakan volume, perseroan mengandalkan Automatic Sorting System di 19 pusat sortir yang mempercepat proses penyortiran hingga empat kali lipat dibanding manual. Selain itu, lebih dari 1.000 mesin sortir tersebar di 500 Drop Center untuk mendukung efisiensi operasional.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) dan analitik data juga diterapkan untuk optimalisasi rute pengiriman serta pemantauan operasional secara real-time. Langkah ini dinilai krusial menjaga standar pelayanan tetap konsisten di tengah peningkatan permintaan pasar.
Di sisi pengalaman pelanggan, J&T Express menghadirkan program Kurir Bintang 5 yang menilai kinerja kurir berdasarkan indikator kehadiran, keberhasilan pengantaran, hingga pemahaman prosedur. Perusahaan juga meluncurkan platform jntdekatdihati.com sebagai kanal testimoni untuk menampung masukan masyarakat.
Brand Manager J&T Express, Herline Septia, menambahkan bahwa kedekatan dengan konsumen dibangun melalui layanan yang relevan. “Bagi kami, menjadi dekat berarti memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman yang lebih baik,” katanya.
Rangkaian ulang tahun ke-11 turut dimeriahkan dengan program diskon ongkir, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week yang berlangsung sejak 13 hingga 23 Agustus 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia.
Perusahaan juga memperluas dampak sosial melalui program Jawara Lokal yang digarap bersama Kementerian UMKM RI. Program ini memberikan dukungan permodalan Rp15 juta, subsidi diskon ongkir hingga 30 persen, serta kanal promosi bagi pelaku usaha mikro yang terpilih. Inisiatif tersebut pertama kali dijalankan di Sulawesi Selatan dan bakal diperluas ke empat provinsi lain.
Pada aspek keberlanjutan, J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP) berhasil mengolah sekitar 146 kilogram limbah tekstil menjadi produk baru. Proses upcycling itu diperkirakan mampu menghindari emisi karbon hingga 1,25 ton CO?e, setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh 5.000 kilometer.
Robin Lo menutup keterangannya dengan menegaskan visi jangka panjang perusahaan. “J&T Express berkomitmen untuk terus hadir, tumbuh bersama, dan memberikan arti bagi masyarakat di setiap langkah kami,” pungkasnya.