KENDARI — Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menempati posisi kedua nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Agama pada 24 Juli 2026, skor kerukunan di provinsi ini mencapai 86,52, hanya terpaut 0,71 poin dari peringkat pertama, Kalimantan Utara (87,23).
Pencapaian ini menempatkan Sultra di atas sejumlah provinsi besar lain. Posisi ketiga ditempati Kepulauan Bangka Belitung dengan skor 85,41, disusul Sulawesi Utara (85,27) dan Sumatera Barat (85,02).
Angka tersebut dinilai sebagai gambaran nyata kehidupan antarumat beragama yang berjalan harmonis di Sultra. Provinsi ini memang dikenal memiliki masyarakat dengan latar belakang suku, budaya, dan keyakinan yang beragam.
Kerukunan yang terjaga menjadi modal sosial penting untuk menjaga stabilitas dan memperkuat kohesi sosial di daerah. Capaian ini juga menunjukkan bahwa perbedaan tidak selalu menjadi pemisah, melainkan bisa menjadi kekuatan ketika toleransi dan saling menghormati dijaga bersama.
IKUB merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kondisi hubungan antarumat beragama di Indonesia. Pengukurannya dilakukan melalui tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan.
Data IKUB 2025 dikumpulkan melalui wawancara tatap muka terhadap 13.846 responden di berbagai daerah di Indonesia.
Secara nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia pada 2025 berada di angka 77,89 dan masuk dalam kategori tinggi. Nilai ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dari tiga dimensi pengukuran, dimensi toleransi mencatatkan skor tertinggi secara nasional, yakni 88,82. Disusul dimensi kesetaraan yang berada di angka 79,35, sementara dimensi kebersamaan menjadi yang terendah dengan skor 65,49.
Berikut daftar lengkap provinsi dengan skor kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia tahun 2025:
Tingginya skor IKUB Sultra menjadi catatan tersendiri di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pencapaian ini diharapkan mampu menjadi fondasi untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat kehidupan bersama di Bumi Anoa.