KENDARI — Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari mengerahkan dua armada pemadam untuk menjinakkan api yang melahap ruko Swalayan Surya. Laporan kebakaran masuk pada pukul 19.36 WITA, dan petugas tiba di lokasi hanya lima menit berselang, tepatnya pukul 19.41 WITA.
Bagian ruko yang terdampak paling parah berada di dekat tangga. Petugas sempat kesulitan karena api cepat membesar, namun proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 20.00 WITA setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa.
Dugaan Sumber Api Berasal dari Tabung Gas Bocor
Dua karyawan Swalayan Surya, Nita dan Mita, menjadi saksi kunci dalam peristiwa ini. Mereka mengaku pertama kali melihat api muncul dari area bawah tangga, tempat tumpukan tabung gas portabel disimpan.
Dugaan sementara, kebocoran gas dari tumpukan tabung tersebut memicu percikan api listrik hingga akhirnya membakar bangunan. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari petugas di lokasi.
Ruko Milik Yusnan Gulton, Karyawan Selamat
Bangunan yang terbakar diketahui milik Yusnan Gulton. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Nita dan Mita yang berada di lokasi saat kejadian berhasil menyelamatkan diri tanpa luka.
Kerugian material akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp20 juta, mencakup barang-barang yang hangus dan kerusakan ringan pada struktur ruko.
Damkarmat Kendari Imbau Warga Periksa Instalasi Listrik dan Tabung Gas
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kendari, Drs. Ahriawandy Effendy, melalui timnya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan penggunaan gas di rumah maupun tempat usaha menjadi poin utama yang ditekankan.
Petugas juga merekomendasikan penguatan koordinasi antara Damkarmat, PLN, kepolisian, dan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat respons saat kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk seperti kawasan Puuwatu.