KENDARI — Ketua Baznas Sultra Punardin menyatakan target bantuan bedah rumah tahun ini mencapai 200 unit yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sultra. Jumlah itu jauh melampaui realisasi program serupa pada tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 30 rumah.
Peningkatan skala bantuan terjadi setelah Baznas Sultra menggandeng Tunas Muda Adiyaksa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan DPD Realestate Indonesia (REI). Kolaborasi lintas lembaga itu memperluas jangkauan pembiayaan yang bisa dihimpun.
"Target bantuan bedah rumah ini sebanyak 200 unit yang tersebar di 17 kabupaten dan kota se-Sultra," kata Punardin saat ditemui di Kantor Baznas Sultra, Jumat, 18 September 2026.
Baznas Sultra telah mengumpulkan sekitar Rp 6 miliar untuk membiayai program tersebut. Dana bersumber dari pengelolaan zakat, alokasi Kejaksaan Tinggi, serta tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan.
Setiap unit rumah mendapatkan anggaran Rp 50 juta. Rinciannya, Baznas Sultra menyediakan Rp 30 juta per rumah, sedangkan Rp 20 juta berasal dari APBN dan CSR yang dikelola Baznas bersama konsorsium.
"Jadi, program ini kolaborasi, Rp 20 juta lagi dari APBN, Rp 30 juta dari CSR yang dikelola Baznas sama konsorsium, jadi semua Rp 50 juta," ucap Punardin.
Penerima manfaat ditetapkan melalui pendataan yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Baznas Sultra mengacu pada data penerima bantuan sosial berdasarkan kategori desil.
Warga yang menjadi sasaran berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4. Kelompok tersebut merupakan bagian masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang diprioritaskan dalam program bantuan sosial.
"Penerima bantuan bedah rumah ini untuk warga kurang mampu dan miskin ekstrem," ucap Punardin.
Wakil Ketua Baznas Sultra Aang Anwar Mujahid menyebut program bedah rumah akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran yang dikelola pihaknya. Menurutnya, jumlah bantuan tahun ini meningkat dibandingkan program serupa pada tahun sebelumnya.
"Tahun lalu saja bantuan semacam ini dari Baznas hanya untuk 30 rumah dengan nilai Rp25 juta per unit, sekarang banyak, karena dibantu kejaksaan," kata Aang.
Program bedah rumah tahun ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi lintas lembaga dalam mendukung masyarakat kurang mampu. Baznas Sultra berharap bantuan tersebut dapat memberikan hunian yang lebih layak sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.