Tiket MotoGP Mandalika 2026 Terjual 53 Persen, Pembeli dari Monako dan Spanyol

Penulis: Sofyan Basri  •  Selasa, 29 September 2026 | 21:01:01 WIB
Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 tercatat mencapai 53 persen.

SULAWESI TENGGARA — Penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 menembus 53 persen, dengan kuota khusus pemegang KTP NTB tahap pertama ludes total. Pembeli tiket bahkan tercatat berasal dari Monako dan Spanyol, sinyal bahwa sirkuit di Lombok itu makin dikenal di panggung internasional.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, memastikan pihaknya kini membuka kuota berikutnya untuk masyarakat NTB sembari mengatur distribusi tiket agar merata ke penonton dalam dan luar daerah.

Pemantauan terakhir menunjukkan angka penjualan terus bergerak naik. Kuota pertama khusus pemegang KTP NTB habis 100 persen, memaksa penyelenggara membuka tahap kedua lebih cepat dari perkiraan.

Pembeli Tiket Tembus Monako dan Spanyol

Yang paling menyita perhatian Troy bukan angka persentasenya, melainkan asal pembeli. Sejumlah tiket terusan terjual ke Monako dan Spanyol, negara yang jauh dari jangkauan pasar tradisional MotoGP Asia Tenggara.

"Dan yang menarik, pembelian tiket itu sampai ke luar negeri. Bahkan sampai ada di Monako, misalnya. Itu yang menurut saya cukup menarik sampai ke luar negeri. Dan ada juga Spanyol," ujarnya kepada media.

Troy menduga minat pembeli Spanyol berkaitan dengan investor negara itu yang menanam modal di kawasan Mandalika. Efek pembangunan dan investasi, katanya, akhirnya merembet sampai ke penjualan tiket.

Jumlah pembeli luar negeri memang tidak besar. Namun Troy menilai indikatornya bukan soal persentase, melainkan pengakuan bahwa Mandalika semakin dikenal dunia, bukan hanya Bali.

"Bahwa orang makin tahu Mandalika, bukan hanya Bali, bukan hanya yang lain, tapi sekarang ada Mandalika. Trennya cukup bagus," ucapnya.

Hotel Senggigi hingga Mataram Terisi Hampir Penuh

Geliat MotoGP mulai terasa di sektor akomodasi. Permintaan kamar hotel meningkat hingga kawasan Senggigi, Lombok Barat, dan Mataram.

"Kalau saya dapat berita, Senggigi sudah mendapatkan efeknya hampir 100 persen. Kalau Mataram mungkin sudah beres lah ya, Mandalika juga sudah beres," kata Troy.

Logistik Dorna Mulai Masuk, Kelistrikan Jadi Prioritas

Perangkat pendukung balapan dari Dorna mulai berdatangan ke Mandalika. Setiap tahun Dorna menerapkan spesifikasi teknis baru, sehingga ITDC harus menyiapkan sarana tambahan seperti fire pump, storage, hingga pusat kelistrikan race elektronik.

Kesiapan listrik menjadi perhatian serius. Troy mengaku sudah berkoordinasi dengan PLN dan meminta pasokan tidak sampai berkedip selama event berlangsung.

"Kemarin Pak Kapolda juga menyampaikan kepada PLN langsung, ini adalah yang vital, jangan sampai terjadi apa-apa," ujarnya.

Sejumlah maskapai telah dicharter untuk mengangkut logistik dalam jumlah besar ke Lombok. Para pembalap dan kru dijadwalkan tiba pada 5, 6, dan 7 Oktober, dengan Riders Parade digelar 7 Oktober sebagai bagian rangkaian acara.

Dengan 11 hari tersisa menuju hari balapan, Troy menekankan pentingnya kekompakan seluruh tim agar penyelenggaraan tahun ini lebih baik dari dua edisi sebelumnya.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: koranlombok.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top