KENDARI — Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, menyatakan skor 0,71 menempatkan Kota Kendari di puncak seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Penilaian dilakukan pemerintah pusat melalui BNPB setiap tahun untuk mengukur kemampuan dan ketangguhan daerah menghadapi ancaman bencana.
"Kota Kendari memperoleh Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,71. Ini adalah indeks tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara. Kita hanya kurang 0,09 lagi untuk bisa mencapai kategori tinggi (skor > 0,80)," ujar Cornelius Padang, Jumat (26/09/2026).
Selisih dengan Buton Utara Capai 0,23 Poin
Kabupaten Buton Utara menjadi daerah terdekat di bawah Kota Kendari dengan skor 0,48. Selisih 0,23 poin itu menunjukkan jarak ketahanan bencana yang cukup lebar antara ibu kota provinsi dan daerah penyangga di sekitarnya.
Cornelius menyebut penilaian IKD mencakup sejumlah instrumen. Mulai dari kesiapsiagaan, pencegahan, mitigasi, simulasi di daerah rawan bencana, sosialisasi masyarakat, pemetaan potensi wilayah, hingga kemampuan penanganan darurat.
Dukungan Wali Kota Jadi Faktor Pendorong
Menurut Cornelius, capaian ini tidak lepas dari dukungan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran terhadap program BPBD. Dukungan tersebut terutama menyasar upaya mitigasi dan pencegahan potensi bencana di wilayah kota.
"Capaian ini tentu saja berkat dukungan penuh dari Ibu Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran terhadap program-program BPBD, khususnya dalam upaya mitigasi dan pencegahan potensi bencana di Kota Kendari," tambahnya.
Langkah BPBD Kendari Berikutnya
BPBD Kota Kendari akan memfokuskan kerja pada penguatan kebijakan dan regulasi kebencanaan. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana prasarana juga masuk dalam prioritas.
Selain itu, BPBD mengoptimalkan sistem peringatan dini dan rencana kontinjensi. Kolaborasi lintas sektor serta partisipasi masyarakat disebut menjadi kunci untuk mewujudkan daerah yang tangguh bencana.
Dengan skor 0,71, Kota Kendari masih berada di kategori sedang. Pemerintah kota membutuhkan tambahan 0,09 poin pada penilaian berikutnya agar masuk kategori tinggi bersama daerah-daerah lain di Indonesia.