BAUBAU — Prakiraan cuaca maritim yang dirilis Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mencakup seluruh wilayah perairan Provinsi Sulawesi Tenggara selama empat hari ke depan. Meski status peringatan dini nihil, BMKG menekankan kondisi angin dan gelombang bisa berubah sewaktu-waktu.
Kecepatan angin 2 hingga 20 knot tergolong rendah sampai sedang. Kondisi itu umumnya tidak memicu gelombang tinggi di perairan terbuka Sultra, termasuk jalur pelayaran yang menghubungkan Baubau, Kendari, dan sejumlah pulau di kawasan timur provinsi.
Peringatan dini gelombang tinggi nihil bukan berarti laut sepenuhnya aman. BMKG tetap mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut memperhatikan perkembangan cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas pelayaran.
Wilayah perairan Sultra dikenal memiliki jalur pelayaran ramai, mulai dari penyeberangan antarpulau hingga rute nelayan harian. Perubahan arah angin yang cepat di kawasan ini kerap membuat kondisi laut berbeda dari prakiraan pagi hari.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru. Prakiraan cuaca Pelabuhan dan wilayah perairan Sulawesi Tenggara dapat diakses melalui kanal resmi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari dan laman maritim.bmkg.go.id.
Informasi resmi ini menjadi acuan bagi syahbandar, operator kapal, dan nelayan di Sultra dalam menentukan jadwal keberangkatan. Pemantauan berkala tetap dianjurkan karena prakiraan maritim bisa diperbarui kapan saja mengikuti perkembangan dinamika atmosfer di wilayah tersebut.