OJK Sultra dan Pemkab Kolaka Utara Teken MoU Kakao, 12 Pihak Terlibat demi 28.784 Keluarga Petani

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:31:02 WIB
Kepala OJK Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha menyampaikan program penguatan ekosistem kakao dalam penandatanganan MoU di Kolaka Utara.

KOLAKA UTARA — Kepala OJK Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha menyatakan program ini dirancang membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir. Pendampingan, akses pembiayaan, perlindungan risiko, dan kepastian pasar menjadi empat pilar yang disiapkan.

Kolaka Utara tercatat sebagai salah satu sentra utama kakao di Sulawesi Tenggara. Luas areal mencapai 78.969 hektare dengan produksi sekitar 62.260 ton per tahun.

Pembiayaan Rp 1,25 Miliar hingga Asuransi Jiwa Gratis untuk 50 Ketua Kelompok Tani

Sejumlah pembiayaan direalisasikan dalam kegiatan tersebut. KUR Bank Sultra senilai Rp1,25 miliar, pembiayaan Mekaar PNM Rp22 juta, serta kredit produktif BPR Bahteramas Kolaka Utara Rp130 juta.

Petani juga menerima perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Santunan Jaminan Kematian Rp42 juta diserahkan kepada ahli waris, sementara 50 ketua kelompok tani mendapat polis asuransi jiwa gratis selama satu tahun.

PT Comextra Majora Jadi Offtaker, Serap Hasil Panen Petani

Program ini didukung PT Comextra Majora sebagai offtaker yang berkomitmen menyerap hasil panen petani. Kehadiran offtaker diharapkan memperkuat kepastian pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kakao di Kolaka Utara.

Sebelum penandatanganan, OJK menggelar edukasi keuangan yang diikuti puluhan petani kakao. Materi edukasi menyasar pemahaman pengelolaan keuangan dan akses layanan jasa keuangan formal.

Ukuran Keberhasilan Bukan Jumlah Tanda Tangan

Bismi menegaskan tolok ukur keberhasilan program tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. Ia menyoroti pentingnya dampak nyata di kebun dan dompet petani pada tahun-tahun mendatang.

"Ukuran keberhasilan kita bukanlah seberapa banyak tanda tangan yang dibubuhkan hari ini, tetapi bagaimana kondisi kebun menjadi jauh lebih produktif dan dompet para petani menjadi lebih tebal pada tahun-tahun mendatang," kata Bismi.

MoU yang melibatkan 12 pihak ini menandai kerja bersama antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut menyasar penguatan ekonomi daerah lewat komoditas unggulan Kolaka Utara.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: suarakendari.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top