Kabut Asap Selimuti 17 Wilayah Sulawesi Tenggara, BMKG Sebut Kiriman dari Papua Selatan dan Maluku

Penulis: Vicky Prasetya  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 13:31:32 WIB
Kabut asap menyelimuti langit Kendari dan sekitarnya dengan jarak pandang menurun pada pagi hari.

KENDARI — Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari BMKG, Heri Purnomo, menyatakan hasil observasi menunjukkan asap tipis menyelimuti langit Sulawesi Tenggara dengan jarak pandang berkisar 8 hingga 9 kilometer. Kondisi itu memburuk pada pagi hari di Kendari dan sekitarnya, ketika asap cukup tebal menekan jarak pandang hingga kurang dari 5 kilometer.

Peningkatan konsentrasi partikulat PM2.5 turut terdeteksi di Kota Kendari. Pada dini hari hingga sore, kualitas udara berada dalam kategori sedang dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik. Kondisi diperkirakan membaik pada sore hingga malam, tetapi pola serupa diprakirakan berulang dalam beberapa hari ke depan.

105 Titik Panas Terdeteksi, Terbanyak di Bombana

BMKG mencatat hingga 105 titik panas (hotspot) di wilayah Sulawesi Tenggara pada 3 Oktober 2026. Jumlah titik panas terbanyak terpantau di wilayah Bombana.

Meski titik panas tersebar di dalam provinsi, arah angin dan pantauan satelit menunjukkan asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara datang dari luar wilayah.

"Arah angin yang bertiup dari Timur–Timur Laut dan pantauan satelit Himawari-9 menunjukkan sebaran asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara berasal dari luar wilayah Sulawesi Tenggara, yaitu dari wilayah Papua Selatan dan Maluku," demikian keterangan BMKG.

Daftar 17 Wilayah yang Berpotensi Terdampak Asap

BMKG Sulawesi Tenggara memprakirakan potensi asap kategori sedang dalam tiga hari ke depan di sejumlah wilayah berikut:

  • Kota Kendari
  • Konawe Kepulauan
  • Konawe
  • Konawe Selatan
  • Konawe Utara
  • Bombana
  • Kolaka
  • Kolaka Timur
  • Kolaka Utara
  • Muna
  • Muna Barat
  • Kota Baubau
  • Buton
  • Buton Utara
  • Buton Selatan
  • Buton Tengah
  • Wakatobi

Imbauan BMKG: Pakai Masker hingga Batasi Aktivitas Luar Ruangan

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menutup jendela rumah apabila asap terasa semakin pekat.

Kelompok rentan — anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan — disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Pengguna jalan, penumpang transportasi laut, dan pengguna jasa penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan bila jarak pandang turun signifikan.

BMKG mengingatkan masyarakat terus memperbarui informasi cuaca dan kondisi lingkungan dari BMKG serta instansi terkait. Langkah itu diperlukan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: haluanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top