KENDARI — Yusran menyebut tolok ukur keberhasilan daerah bukan pada besarnya potensi tambang, perkebunan, atau kelautan. Ukurannya, kata dia, seberapa besar kekayaan itu menghadirkan kesejahteraan bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Ia menyampaikan hal itu di hadapan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan jajaran DPP. Sambutan dibuka dengan salam lintas agama dan pantun jenaka yang menyasar sejumlah tamu kehormatan, termasuk Gubernur Sultra.
Yusran menegaskan pekerjaan partai belum selesai selama masih ada petani yang membutuhkan kepastian pasar. Hal serupa berlaku bagi nelayan yang membutuhkan peralatan dan UMKM yang butuh perhatian.
"Masih ada petani yang membutuhkan kepastian pasar, masih ada nelayan yang membutuhkan peralatan, dan UMKM yang butuh perhatian. Selama itu masih ada, maka pekerjaan kami belum selesai," tegas Yusran.
Ia menginstruksikan seluruh Ketua DPD PAN Sultra tunduk pada satu komando. Aspirasi masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan, harus mendapat tindak lanjut nyata.
DPW PAN Sultra mendeklarasikan dukungan penuh terhadap program prioritas nasional. Program itu mencakup penguatan swasembada pangan, Koperasi Desa Berdikari, Kampung Nelayan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, serta penguatan rantai pasok pangan berbasis korporasi tani.
Yusran membeberkan capaian di sektor kelautan. Program Kampung Nelayan Merah Putih di Sulawesi Tenggara sudah terealisasi di empat titik, salah satunya di Kabupaten Konawe yang diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.
"Alhamdulillah, untuk tahun 2025 dan 2026, kampung nelayan kami sudah ada di empat titik," ujarnya.
Menutup sambutannya dengan pantun, Yusran membangkitkan optimisme kader menuju Pemilu 2029. Ia menegaskan kemenangan tidak dibangun instan menjelang pemilu.
Kerja keras hari ini dan kepercayaan rakyat yang dijaga setiap hari menjadi fondasi partai. "Bersama PAN satu komando, partai pilihan PAN aja dulu," pungkasnya diiringi tepuk tangan kader dan simpatisan yang hadir.