Wisudawan Terbaik UHO Kendari Raih IPK 3,97, Dwi Riska Amalia Ungkap Tiga Kunci Sukses Kuliah

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 16:02:02 WIB
Dwi Riska Amalia menjadi wisudawan terbaik UHO Periode IX Tahun 2026 dengan IPK 3,97.

KENDARI — Wisuda Periode IX Tahun 2026 UHO digelar di Auditorium Mokodompit dalam dua sesi, pagi dan siang. Sesi pagi diikuti 748 mahasiswa, dan Dwi Riska Amalia keluar sebagai lulusan dengan capaian akademik tertinggi.

Perempuan kelahiran Kelurahan Hopa-Hopa, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, 6 Juli 2004 itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, pasangan Sukirman dan Maini.

Konsistensi Nilai Sejak Semester Pertama

Dwi menilai capaian IPK 3,97 bukan hasil kerja di akhir masa kuliah. Sejak semester awal, ia berusaha memaksimalkan nilai dan tidak menunda perbaikan hingga semester pertengahan atau akhir.

“Saya berusaha memaksimalkan nilai sejak semester pertama. Saya tidak ingin menunggu sampai semester pertengahan atau akhir untuk memperbaiki nilai, tetapi berusaha memberikan yang terbaik sejak awal,” jelasnya.

Selain kuliah, Dwi dipercaya menjadi asisten dosen praktikum di program studinya. Aktivitas itu dijalani bersamaan dengan kewajiban mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas, dan belajar.

Praktikum Pertanian Jadi Tantangan Tersendiri

Menjaga konsistensi selama kuliah bukan perkara mudah bagi Dwi. Kegiatan praktikum di Fakultas Pertanian cukup banyak sehingga mahasiswa perlu membagi waktu antara perkuliahan, tugas, dan aktivitas lain.

Untuk menghadapi tantangan itu, ia berusaha membangun lingkungan pertemanan dengan tujuan yang sama agar bisa saling mendukung dalam menyelesaikan pendidikan.

“Perasaan saya sangat bersyukur atas pencapaian hari ini. Menjadi wisudawan terbaik merupakan kehormatan tersendiri sekaligus kebanggaan besar bagi keluarga,” ungkap Dwi.

Berteman dengan Orang yang Saling Dukung

Menurut Dwi, salah satu kunci meraih prestasi akademik adalah membangun lingkungan pertemanan yang positif. Ia berusaha berteman dengan orang-orang yang saling mendukung untuk berkembang, mengejar prestasi, dan meningkatkan kualitas diri.

Baginya, pertemanan selama kuliah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Ia juga memandangnya sebagai kesempatan untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kenali Karakter Setiap Dosen

Kunci ketiga yang disebut Dwi adalah mengenali karakter setiap dosen. Setiap dosen memiliki karakter dan metode pembelajaran berbeda, sehingga mahasiswa perlu memahami pola pembelajaran serta mempersiapkan diri dengan baik.

Dwi menyarankan mahasiswa baru tidak menunggu momentum tertentu untuk memperbaiki nilai. Persiapan sejak awal dinilainya lebih menentukan hasil akhir.

Lanjut S2, Incar Beasiswa LPDP hingga IPB

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dwi berencana melanjutkan studi ke jenjang magister atau S2. Ia ingin mencari peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan mempertimbangkan kesempatan mengikuti program Maganghub untuk menambah pengalaman.

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi salah satu kampus yang menarik perhatiannya. Ketertarikan itu tumbuh karena ia terinspirasi oleh seorang teman yang juga wisudawan terbaik dan melanjutkan studi di kampus tersebut.

“Dari pengalaman teman, saya semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan di sana. Jika Allah SWT menghendaki, insyaallah saya ingin melanjutkan studi di IPB,” tuturnya.

Predikat wisudawan terbaik UHO Periode IX Tahun 2026 menjadi pencapaian yang membanggakan sekaligus motivasi bagi Dwi untuk terus berkembang. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan meraih cita-cita melalui berbagai kesempatan yang terbuka setelah menyelesaikan studi sarjana.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: sultrakini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top