KENDARI — Marcom Hotel Qubah 9 Kendari, Kiki, menyebut penyelenggaraan selama dua hari dipilih agar lebih banyak masyarakat bisa berkunjung. Pertimbangan lain, orang tua yang sibuk pada hari kerja tetap punya kesempatan mengantar anak-anaknya.
Discover Wild berawal dari inisiatif hotel menyediakan tempat sekaligus menggagas acara. Komunitas Satwa Sulawesi Tenggara (KSST) kemudian membantu menyusun rangkaian kegiatan dengan penekanan pada pengenalan satwa dan edukasi pengunjung.
Pengunjung bisa berinteraksi dengan beragam satwa, mulai dari reptil hingga hewan peliharaan. Anak-anak maupun orang dewasa mendapat kesempatan mengenal karakteristik hewan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat lewat buku atau media digital.
Kelompok reptil menjadi salah satu koleksi paling beragam, mencakup kura-kura, kadal, dan ular. Buaya dan ular sanca batik berukuran besar jadi tontonan yang paling menyita perhatian pengunjung.
"Tujuannya sebenarnya karena di kota Kendari belum ada fasilitas untuk anak-anak belajar tentang hewan secara langsung seperti kebun binatang. Jadi kami coba buat event untuk anak-anak belajar mengenai alam lebih dekat," kata Kiki kepada Kendariinfo, Sabtu (17/10/2026).
Selain pameran satwa, panitia menyediakan 100 slot vaksinasi rabies untuk kucing pada hari pertama. Hari kedua diisi sejumlah perlombaan kucing, termasuk lomba makan dan penilaian kesehatan.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Pertanian Kendari, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), serta KSST. Pelibatan instansi tersebut untuk memastikan pengelolaan satwa sesuai ketentuan dan meminimalkan risiko penularan penyakit.
Penasehat KSST, Adi, mengatakan komunitas tersebut berdiri sejak 2016 dengan nama awal Komunitas Pecinta Satwa. Perubahan nama dilakukan untuk memperluas jangkauan hingga ke berbagai daerah di Sultra.
"Saat ini, anggotanya tidak hanya berasal dari Kota Kendari, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Kolaka, Kolaka Timur, Baubau, Unaaha, dan Bombana," tutur Adi.
KSST kini memiliki sekitar 60 anggota dalam grup utamanya, di luar anggota komunitas satwa di daerah lain. Ke depan, komunitas berharap merangkul lebih banyak komunitas satwa di Kendari dan wilayah lain di Sultra.
Antusiasme masyarakat terlihat dari permintaan sejumlah sekolah yang ingin kembali mengikuti program serupa. Sejumlah sekolah bahkan menjadwalkan kegiatan pengenalan satwa setidaknya dua kali dalam setahun.
Komunitas juga kerap menerima undangan memberikan edukasi langsung kepada siswa di lingkungan sekolah. Discover Wild diharapkan menjadi alternatif pembelajaran di luar kelas, sehingga peserta bisa mengenal satwa secara langsung.
Adi menegaskan edukasi satwa membutuhkan perhatian khusus, terutama soal legalitas dan kesehatan hewan yang ditampilkan. Koordinasi dengan BKSDA, tenaga kedokteran hewan, dan instansi yang membidangi peternakan dilakukan untuk memastikan pengelolaan sesuai aturan.
Melalui Discover Wild Season 3, penyelenggara berharap kegiatan edukasi satwa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan. Pengenalan satwa sejak dini diharapkan menumbuhkan kepedulian anak terhadap hewan, lingkungan, dan upaya pelestarian keanekaragaman hayati.