MUNA — Kepala Dinas TPHP Kabupaten Muna La Ode Anwar Agigi memimpin langsung panen jamur bersama para pegawai. Media tanam yang dipakai seluruhnya berasal dari limbah jagung, sementara nutrisinya dari serbuk jagung. Sejak penanaman sampai panen pertama, usia tanaman hanya 11 hari.
Demplot jamur itu berukuran 5,5 meter x 1,5 meter. Selain jamur tiram putih, Dinas TPHP Muna juga menanam jamur jenggel jagung dengan media yang sama.
Anwar menyebut panen akan berlangsung setiap hari selama kurang lebih satu bulan ke depan. "Ini panen yang ketiga dengan berat yang sudah dipanen sekitar 8 kilogram dan akan dilakukan panen setiap hari selama kurang lebih satu bulan masa produktifnya, dengan ukuran demplot media tanam 5,5 m x 1,5 m," ujarnya saat memimpin panen di kantornya.
Hasil panen tidak langsung dijual. Pegawai Dinas TPHP Muna mengolahnya menjadi masakan tradisional Muna sebagai demonstrasi pengolahan.
Jamur diolah menjadi sayur tumis dan parende, masakan tradisional Muna. Anwar menilai tekstur jamur kenyal dan rasanya enak. "Diolah jadi sayur tumis dan parende jamur tradisional Muna. Rasanya enak dan jamurnya teksturnya kenyal. Makanan jamur memiliki nutrisi baik bagi kesehatan tubuh," katanya.
Pengolahan menjadi masakan lokal itu sekaligus memperkenalkan jamur sebagai bahan pangan alternatif bagi warga Muna. Selama ini jamur tiram lebih sering dijual segar tanpa diolah menjadi menu khas daerah.
Demplot jamur merupakan satu dari sejumlah demplot yang dikelola Dinas TPHP Muna. Selain jamur, ada demplot tanaman jagung, tomat, cabai, terong, dan hortikultura lain, plus padi sawah mini.
Semua demplot itu menopang program Jagung, Hortikultura, Ternak dan Ikan (JATI). Program ini menjadi andalan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Muna Bachrun Labuta dan La Ode Asrafil Ndoasa.
Anwar berharap petani dan masyarakat Muna ikut memproduktifkan lahan pertanian. "Saya berharap kepada petani dan seluruh masyarakat Muna agar terus gencar dan semangat memproduktifkan lahan dan memajukan pertanian Muna demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama ini," ucapnya.
Pemanfaatan limbah jagung sebagai media tanam jamur memberi nilai tambah bagi petani. Limbah yang biasanya dibuang bisa menjadi bahan baku budidaya jamur dengan masa panen singkat, 11 hari sejak penanaman.