BPK Audit Kinerja RSUD Kota Kendari, Fokus Efektivitas Pelayanan dan Pengelolaan Sumber Daya

Penulis: Toni Haryadi  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:31:01 WIB
BPK memulai pemeriksaan kinerja RSUD Kota Kendari dengan fokus pada efektivitas pelayanan dan pengelolaan sumber daya.

KENDARI — Pemeriksaan kinerja berbeda dengan audit laporan keuangan maupun pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Wakil Penanggung Jawab Pemeriksa BPK, La Ode Muhammad Falihin, menjelaskan fokus pemeriksaan kali ini adalah mengidentifikasi aspek yang masih bisa ditingkatkan, bukan sekadar menilai kewajaran angka.

Menurut Falihin, evaluasi juga diperlukan untuk melihat apakah pengelolaan persediaan dan sumber daya rumah sakit sudah berjalan sesuai kebutuhan pelayanan. Pendekatan yang dipakai menempatkan mutu layanan sebagai ukuran utama.

"Tujuannya adalah bagaimana kita mencari atau menilai apa saja yang menghambat efektivitas terhadap rumah sakit dalam mengoptimalisasi pelayanan kesehatan. Karena kalau rumah sakit kan memang dia kan lebih kepada servis. Semakin bagus servisnya, semakin bagus ke rumah sakit," jelas Falihin.

Mengapa BPK Masuk ke RSUD Kota Kendari

RSUD Kota Kendari menjadi objek pemeriksaan kinerja karena pengelolaan rumah sakit daerah menyangkut langsung layanan publik. Audit diarahkan untuk menemukan ruang perbaikan dalam tata kelola, sekaligus mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan bagi warga Kota Kendari.

Entry meeting dihadiri Sekda Kota Kendari Amir Hasan, Falihin bersama tim pemeriksa, Plt Direktur RSUD Kota Kendari, serta jajaran manajemen dan instansi terkait. Forum itu menandai dimulainya rangkaian pemeriksaan yang akan berjalan setelah pertemuan pembuka.

Permintaan Sekda: Data Lengkap dan Tepat Waktu

Amir Hasan menyambut baik pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari upaya mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola rumah sakit. Ia berharap audit tidak berhenti pada penilaian, tetapi menghasilkan rekomendasi yang membantu manajemen mengatasi kendala dan meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Sekda meminta Plt Direktur RSUD Kota Kendari beserta seluruh jajaran, inspektorat daerah, dan instansi terkait mendukung penuh proses pemeriksaan. Dukungan itu berupa penyediaan data serta informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu.

"Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola RSUD Kota Kendari agar semakin efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan terjangkau bagi masyarakat," ucap Amir Hasan.

Ukuran Keberhasilan: Mutu Layanan dan Kepuasan Warga

Amir Hasan menegaskan hasil pengelolaan rumah sakit pada akhirnya harus tercermin dari peningkatan mutu pelayanan dan kepuasan masyarakat. Pemeriksaan ini diharapkan memperkuat integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan sumber daya rumah sakit.

Bagi Pemkot Kendari, audit menjadi titik evaluasi terhadap cara RSUD mengelola anggaran, persediaan, dan tenaga kesehatan. Rekomendasi BPK nantinya menjadi acuan perbaikan tata kelola dan efektivitas penggunaan sumber daya.

Rekomendasi BPK Juga Masuk ke Kementerian Kesehatan

Hasil pemeriksaan tidak berhenti di lingkungan Pemkot Kendari. Temuan dan rekomendasi BPK akan menjadi masukan kepada Kementerian Kesehatan untuk mengatasi berbagai persoalan yang ditemukan di rumah sakit.

Dengan begitu, perbaikan yang dihasilkan dari audit ini berpotensi menyentuh kebijakan di tingkat pusat, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan rumah sakit daerah. Manajemen RSUD Kota Kendari menyatakan komitmen menindaklanjuti hasil pemeriksaan guna meningkatkan tata kelola dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: corongsultra.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top