KENDARI — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf menyatakan penyaluran bantuan pangan secara umum sudah tuntas. Namun di balik ketuntasan itu, sekitar 1.000 KPM tidak memiliki data atau tidak ditemukan orangnya di lapangan.
"Secara umum penyaluran bantuan pangan kemarin sudah tuntas. Namun di balik ketuntasan itu, muncul persoalan karena ada kurang lebih 1.000 KPM yang tidak memiliki data atau tidak ditemukan orangnya di lapangan," ujar Abdul Rauf, Senin (12/10/2026).
Mengapa 1.000 Penerima Tidak Ditemukan di Lapangan
Abdul Rauf menyebut sejumlah faktor membuat penerima tidak ditemukan saat distribusi. Warga yang bersangkutan bisa saja telah meninggal dunia atau berpindah alamat tempat tinggal.
Mekanisme penyaluran kini berbeda dari sebelumnya. Dulu, penerima yang tidak berada di tempat bisa dialihkan lewat musyawarah tingkat kelurahan atau desa. Aturan itu tidak berlaku lagi.
Berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pengalihan bantuan melalui musyawarah kelurahan sudah tidak diperbolehkan. Penyaluran sekarang berbasis digital dan wajib mengacu pada DTSE.
"Penyaluran sekarang berbasis digital dan wajib mengacu pada DTSE. Jika nama yang tertera tidak ada atau tidak sesuai di lapangan, pihak Bulog selaku penyalur dan Dinas Ketapang sebagai pengawas wajib menarik kembali bantuan tersebut," tegas Abdul Rauf.
Dinas Ketapang Sebut Tak Punya Kewenangan Verifikasi Data Awal
Abdul Rauf menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam penentuan atau verifikasi data awal. Dinas Ketapang hanya bertindak sebagai penerima dan pelaksana data yang diturunkan pemerintah pusat berdasarkan DTSE.
Posisi itu membuat Dinas Ketapang bergantung pada instansi berwenang dalam pemutakhiran data. Untuk penyaluran tahap berikutnya, dinas berharap data penerima diperbarui agar lebih valid.
Tiga Bulan ke Depan dan Sosialisasi ke Lurah
Penyaluran bantuan pangan tahap berikutnya dijadwalkan untuk tiga bulan ke depan, yakni Oktober, November, dan Desember. Dinas Ketapang Kota Kendari bersama Bulog berencana melakukan sosialisasi kepada petugas di tingkat bawah, termasuk para lurah.
Sosialisasi itu untuk memberi pemahaman terkait regulasi dan mekanisme penyaluran bantuan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca dan kemarau yang masih berlangsung memengaruhi kebutuhan pangan warga.
Kebutuhan itu terutama dirasakan warga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4. Perbaikan data penerima menjadi kunci agar bantuan pada tahap berikutnya tidak kembali ditarik dari lapangan.