Pencarian

KPC dan Arutmin Garap Pabrik Metanol Batu Bara Pertama di Indonesia, Serap Investasi USD 2,3 Miliar

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:43:01 WIB
KPC dan Arutmin Garap Pabrik Metanol Batu Bara Pertama di Indonesia, Serap Investasi USD 2,3 Miliar
Penandatanganan kerja sama proyek pabrik metanol batu bara antara PT Bumi Energi Cemerlang (BEC) bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC) di Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGGARA — Kesepakatan itu ditandatangani BEC bersama PT Istana Karang Laut (IKL) dan China National Chemical Engineering Co., Ltd. (CNCEC). Ruang lingkupnya mencakup jasa rekayasa front-end engineering design (FEED) sekaligus penyusunan kerangka pelaksanaan engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC) yang menjadi fondasi menuju tahap konstruksi.

Presiden Direktur BEC, Rio Supin, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak penting. "Dimulainya tahapan FEED akan menjadi fondasi bagi pelaksanaan proyek secara terukur dan berkelanjutan guna mendukung program hilirisasi nasional, mengurangi ketergantungan impor metanol serta memperkuat kemandirian industri kimia nasional," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Perjalanan Panjang Sejak 2010

Rencana hilirisasi ini sebenarnya sudah dirancang kedua perusahaan sejak 2010. Kala itu, Arutmin berencana membangun fasilitas serupa di Kalimantan Selatan, sementara KPC menyiapkan lahan di Kalimantan Timur. Baru pada 2023, keduanya memutuskan bergabung membentuk BEC sebagai kendaraan bisnis bersama.

Setelah melalui berbagai persiapan, BEC mengantongi bankable feasibility study untuk kapasitas 2 juta ton pada Oktober 2025. Lahan proyek juga sudah aman. "Saat ini tanah sudah dalam penguasaan PT BEC dengan status Hak Guna Usaha bekerja sama dengan Batubara Chemical Industrial Park (BCIP) Kutai," ungkap Rio.

Target Produksi dan Kebutuhan Batu Bara

Pabrik tahap pertama ini akan mengolah 7,78 juta ton batu bara kalori rendah (3.400 kcal/kg GAR) per tahun. Seluruh output metanol dialokasikan untuk pasar domestik, terutama sebagai bahan baku petrokimia dan campuran biodiesel.

Konstruksi dijadwalkan berlangsung pada 2026–2029, mencakup tahap komisioning dan operasi awal. Produksi komersial penuh ditargetkan mulai 2030. Setelah tahap pertama beroperasi, BEC berencana menambah kapasitas 1,5 juta ton pada fase kedua, sehingga total kapasitas pabrik mencapai 3,5 juta ton.

Proyek ini juga menjadi bagian dari kewajiban peningkatan nilai tambah batu bara yang dibebankan kepada KPC dan Arutmin, sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional yang digalakkan pemerintah.

Dengan kebutuhan metanol domestik yang masih bergantung pada impor, keberadaan pabrik ini berpotensi menggeser posisi pemasok luar negeri dan memperkuat rantai pasok industri kimia dalam negeri.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks