Pencarian

KAI Group Raup Pendapatan Rp17,96 Triliun di Semester I-2026, Laba Usaha Terbang 25,79%

Senin, 03 Agustus 2026 • 12:10:32 WIB
KAI Group Raup Pendapatan Rp17,96 Triliun di Semester I-2026, Laba Usaha Terbang 25,79%
KAI Group mencatat pendapatan Rp17,96 triliun pada semester I-2026 dengan laba usaha tumbuh 25,79 persen secara tahunan.

SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan laporan keuangan KAI Group yang belum diaudit (unaudited), laba bruto perusahaan naik signifikan 18,81% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp5,72 triliun menjadi Rp6,79 triliun. Kenaikan ini menunjukkan efisiensi pengelolaan biaya operasional berjalan seiring meningkatnya volume layanan penumpang dan angkutan barang.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut kinerja tersebut merupakan hasil penguatan bisnis utama di seluruh lini entitas perusahaan. “Pertumbuhan pendapatan dan laba usaha menjadi modal penting bagi KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Ia menambahkan, kinerja bisnis yang solid juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan pengembangan layanan ke depan, baik untuk penumpang maupun logistik.

Neraca Keuangan: Aset Lancar Menguat, Utang Jangka Pendek Menurun

Dari sisi posisi keuangan, total aset KAI Group per 30 Juni 2026 tercatat sebesar Rp104,79 triliun. Yang menarik, struktur liabilitas perusahaan membaik—turun dari Rp66,14 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi Rp65,11 triliun. Sementara itu, ekuitas justru naik dari Rp39,29 triliun menjadi Rp39,69 triliun.

Likuiditas perusahaan juga dalam kondisi sehat. Aset lancar meningkat dari Rp19,40 triliun menjadi Rp21,04 triliun, sementara kewajiban jangka pendek berhasil ditekan dari Rp16,20 triliun menjadi Rp15,17 triliun. Artinya, KAI Group memiliki bantalan kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Laba Bersih Tertekan Beban Porsi Rugi dari Anak Usaha Patungan

Meski pendapatan dan laba usaha tumbuh impresif, laba tahun berjalan KAI Group justru tercatat menurun. Pada semester I-2026, laba sebelum pajak hanya Rp842,69 miliar dan laba tahun berjalan Rp314,03 miliar—jauh di bawah periode yang sama tahun 2025 yang masing-masing sebesar Rp1,86 triliun dan Rp1,18 triliun.

Pemicunya bukan dari operasional kereta api, melainkan meningkatnya pencatatan bagian rugi bersih dari perusahaan asosiasi dan usaha patungan (joint venture). Angkanya melonjak drastis dari Rp948,20 miliar menjadi Rp3,00 triliun pada periode yang sama.

Kendati demikian, Anne menegaskan bahwa kegiatan bisnis utama KAI Group tetap menghasilkan pertumbuhan yang sehat. “Di tengah pencatatan tersebut, pendapatan, laba bruto, dan laba usaha kami terus tumbuh,” jelasnya.

Kinerja ini menjadi sinyal positif bagi pengguna jasa KAI bahwa operator kereta api nasional tetap fokus pada layanan keselamatan dan ekspansi, meskipun harus menghadapi dinamika finansial dari entitas patungan di luar bisnis inti.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks