SULAWESI TENGGARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran debu vulkanik dari tiga gunung api aktif Indonesia melalui analisis citra satelit cuaca RGB Himawari-9. Pantauan menunjukkan debu dari Gunung Dukono dan Gunung Ibu bergerak ke timur laut, sedangkan Gunung Semeru mengarah ke tenggara. Sebaran debu Gunung Dukono berpotensi mencakup Kabupaten Halmahera Utara hingga Perairan Barat Daya Morotai.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menyampaikan hasil pantauan satelit yang menunjukkan sebaran debu vulkanik terdeteksi dari Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru. Aktivitas Gunung Lewotolo tidak menunjukkan sebaran debu vulkanik dalam pantauan yang sama.
Gunung Dukono dan Ibu Bergerak ke Timur Laut
Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teramati bergerak ke arah timur laut. Pergerakan ini terpantau melalui citra satelit cuaca RGB Himawari-9 yang dianalisis BMKG.
BMKG mencatat sebaran debu vulkanik Gunung Dukono berpotensi mencakup wilayah Kabupaten Halmahera Utara hingga Perairan Barat Daya Morotai. Informasi ini penting bagi warga dan pelaku perjalanan di kawasan Maluku Utara.
Gunung Semeru Terdeteksi ke Tenggara
Gunung Semeru menunjukkan pola berbeda. Debu vulkanik dari gunung di Jawa Timur ini terdeteksi bergerak ke arah tenggara.
Arah sebaran yang berbeda ini dipengaruhi kondisi angin di masing-masing wilayah pada saat pemantauan berlangsung.
Gunung Lewotolo Tanpa Sebaran Debu
Dari empat gunung api yang dipantau, Gunung Lewotolo menjadi satu-satunya yang tidak menunjukkan sebaran debu vulkanik. Pantauan satelit tidak menemukan jejak debu dari gunung yang berada di Nusa Tenggara Timur tersebut.
Imbas bagi Warga dan Traveler
Sebaran debu vulkanik bisa memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara di wilayah yang dilalui. Warga di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitar Perairan Barat Daya Morotai perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca.
Bagi traveler yang berencana berkunjung ke kawasan sekitar gunung api aktif, pantau terus pembaruan resmi dari BMKG dan otoritas setempat. Informasi terkini dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi BMKG atau dinas terkait di daerah masing-masing.
Penerbangan dan pelayaran di wilayah terdampak juga sebaiknya memeriksa kondisi terkini sebelum berangkat.