Pencarian

Impor Sultra Melonjak 212,78 Persen pada Agustus 2026, Surplus Perdagangan Menyusut Jadi US$24 Juta

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:31:01 WIB
Impor Sultra Melonjak 212,78 Persen pada Agustus 2026, Surplus Perdagangan Menyusut Jadi US$24 Juta
Kepala BPS Sultra Hadi Susanto menyampaikan perkembangan ekspor-impor Sulawesi Tenggara pada Agustus 2026.

KENDARI — Kepala BPS Sultra Hadi Susanto menyebut kenaikan impor yang jauh melampaui pertumbuhan ekspor sebagai penyebab utama menyempitnya surplus. Pihaknya menilai impor perlu dikendalikan agar kelebihan nilai perdagangan tidak terus tergerus.

“Ekspor kita lumayan tinggi, tapi impornya tinggi juga. Makanya meskipun surplus, surplusnya kecil, cuma US$24 juta. Artinya, impornya juga harus dikendalikan,” ujarnya.

Ekspor Naik karena Harga, Bukan Volume

Pertumbuhan nilai ekspor Agustus 2026 ditopang komoditas besi dan baja termasuk ferronikel senilai US$335,46 juta, naik 23,29 persen dibanding Agustus 2025. Namun secara volume, ekspor hanya bertambah tipis 0,36 persen, dari 206,23 ribu ton menjadi 206,98 ribu ton.

Selisih itu menunjukkan kenaikan nilai ekspor lebih didorong faktor harga ketimbang lonjakan kuantitas barang yang dikirim ke luar negeri.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, sektor industri pengolahan menyumbang 99,82 persen atau US$2.654,03 juta dari total ekspor Sultra. Tiongkok masih menjadi pasar utama dengan porsi 95,30 persen atau US$2.533,80 juta.

Mesin dan BBM Jadi Pendorong Utama Impor

Dari sisi impor, golongan mesin-mesin dan pesawat mekanik melonjak 926,37 persen menjadi US$64,68 juta. Kenaikan besar juga terjadi pada kebutuhan perlengkapan dan bahan bakar minyak.

Secara kumulatif Januari–Agustus 2026, tiga negara pemasok impor terbesar Sultra adalah Tiongkok dengan US$1.494,38 juta, Singapura US$547,09 juta, dan Malaysia US$248,59 juta.

Berdasarkan golongan barang, bahan baku dan barang penolong mendominasi impor sebesar 57,56 persen atau US$1.515,80 juta.

Impor Tinggi Belum Tentu Tanda Ekonomi Melemah

Hadi menjelaskan tingginya angka impor tidak sepenuhnya mencerminkan pelemahan ekonomi. Sebagian impor berkaitan dengan kebutuhan operasional dan produksi industri di daerah.

Meski demikian, ketimpangan laju ekspor dan impor tetap menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah. Ekspor Sultra masih kokoh ditopang industri pengolahan, tetapi laju impor yang jauh lebih cepat menekan surplus ke posisi relatif tipis.

Kondisi ini memperlihatkan dua wajah perdagangan Sultra pada Agustus 2026: nilai ekspor tumbuh dua digit, namun kelebihan nilai perdagangan nyaris tergerus oleh lonjakan impor mesin dan bahan bakar.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kendarinews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks