Pencarian

Penari Asal Kendari Alya Zauliya Zahra Tampil di Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026, Satu-satunya Wakil Sultra

Kamis, 08 Oktober 2026 • 16:02:02 WIB
Penari Asal Kendari Alya Zauliya Zahra Tampil di Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026, Satu-satunya Wakil Sultra
Penari asal Kendari Alya Zauliya Zahra tampil pada Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

KENDARI — Alya Zauliya Zahra membawa nama Sulawesi Tenggara ke panggung sepak bola internasional. Penari yang merupakan jebolan SMPN 9 Kendari dan SMAN 4 Kendari itu terpilih sebagai bagian dari 31 penari yang mengisi pertunjukan penutup FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dari puluhan penari yang tampil, Alya menjadi satu-satunya yang berasal dari Sultra. Kini ia melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sambil terus menekuni dunia tari yang digelutinya sejak usia tujuh tahun.

Pertunjukan Angkat Tiga Kekayaan Budaya Nusantara

Bersama 30 penari lain, Alya membawakan pertunjukan kolaboratif yang menggabungkan tiga tradisi budaya: Jawa, Bali, dan Kalimantan. Pertunjukan dibuka lewat Bedayan Loro Blonyo, representasi budaya Jawa yang menggambarkan pasangan, keseimbangan, keharmonisan, serta kesuburan.

Nuansa Bali hadir melalui Gebogan atau Pajegan, susunan buah-buahan, jajanan tradisional, janur, dan bunga yang dirangkai menjulang menyerupai gunung. Tradisi itu menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi.

Budaya Kalimantan melengkapi pertunjukan lewat Tari Enggang dan Tari Mandau. Gerakannya terinspirasi dari tradisi masyarakat setempat, termasuk burung enggang sebagai simbol alam, kebebasan, serta hubungan manusia dengan lingkungan.

Persiapan Hanya Sepekan, Tantangan Terbesar Datang dari Diri Sendiri

Waktu persiapan yang tersedia bagi Alya dan para penari lain tergolong singkat, sekitar satu pekan. Mereka dituntut menjaga kondisi fisik sekaligus mematangkan mental agar mampu tampil maksimal di panggung sebesar GBK.

"Untuk persiapan dalam proses latihan kemarin tentunya harus menyiapkan mental dan fisik yang kuat karena kami pastinya memiliki harapan besar untuk menampilkan yang terbaik," ujar Alya.

Bagi Alya, tantangan terberat bukan datang dari tekanan panggung, melainkan dari keraguan pada kemampuannya sendiri. Ia sempat meragukan diri bisa tampil maksimal di hadapan penonton sebesar itu.

Keraguan tersebut sirna setelah ia menjalani latihan secara disiplin dan terstruktur. "Karena proses yang begitu disiplin, terstruktur tetapi tetap enjoy, akhirnya saya sendiri bisa meyakinkan diri sendiri bahwa saya bisa menampilkan yang terbaik," ungkapnya.

Bangga Bisa Bawa Nama Sultra ke Panggung Bergengsi

Alya mengaku bangga, senang, sekaligus terharu bisa tampil di Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026. "Perasaan saya sangat bangga pastinya, senang dan terharu karena bisa tampil di Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026," kata Alya kepada awak Lajur.co, Kamis (8/10/2026).

Ia menyebut sosok yang paling berperan dalam kesempatan tersebut adalah Prof. Dr. Dr. Eko Supriyanto, M.F.A. dan istrinya, Astri Kusuma Wardani, M.Sn., serta seluruh tim EkosDanceCompany yang selalu memberikan kesempatan.

Belum Tetapkan Target, Fokus Terus Berlatih

Selepas tampil di panggung FIFA ASEAN Cup 2026, Alya belum menetapkan target khusus. Ia memilih terus berlatih sekaligus mengasah kemampuan sebagai penari.

"Saya akan selalu berlatih agar bisa menjadi penari yang memiliki ketubuhan yang fleksibel dan menjadi penari yang memiliki attitude yang baik," ungkap Alya.

Kecintaan Alya terhadap seni tari tumbuh sejak duduk di kelas III SD. Sekitar 13 tahun kemudian, ia masih konsisten menekuni dunia tari. Menurutnya, menjadi penari tidak sebatas menguasai gerakan, tetapi juga soal sikap atau attitude yang menentukan kemampuan seseorang beradaptasi dan diterima di berbagai lingkungan.

Alya berharap para pelaku seni Sultra semakin berani menggali kekayaan budaya daerah. "Saya sangat berharap teman-teman pelaku seni agar kita bisa lebih membuka mata selebar-lebarnya untuk melihat bahwa banyak sekali kebudayaan yang ada di daerah kita yaitu Sultra yang perlu kita kembangkan lagi," ujarnya.

Follow inisultra.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lajur.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks