BAUBAU — Kepala Kepolisian Resor Baubau AKBP Noer Alam, S.I.K., mengundang sejumlah wartawan Kota Baubau untuk berdialog terbuka di ruang kerjanya. Pertemuan digelar sebagai respons cepat atas insiden yang melibatkan kontributor TV One bernama Jamil dengan oknum anggota Polres Baubau.
Dalam pertemuan itu, Noer Alam menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia menyebut insiden tersebut telah melukai hubungan baik antara kepolisian dan media di Kota Baubau.
Oknum Anggota Sudah Diamankan di Polda Sultra
Noer Alam memastikan oknum anggota yang terlibat dalam insiden tersebut telah diamankan di Polda Sulawesi Tenggara. Pemeriksaan lanjutan terhadap yang bersangkutan masih berjalan.
"Kita bersatu, tidak perlu ada permusuhan. Kejadian ini menjadi pembelajaran agar ke depan kita bisa lebih baik. Anggota yang terlibat sudah diamankan di Polda Sultra. Kita buka evaluasi internal secara transparan," tegas AKBP Noer Alam.
Kapolres juga menegaskan komitmennya membimbing anggota agar memahami tugas dan fungsi wartawan sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Menurutnya, polisi dan pers sama-sama menjalankan peran yang saling mendukung dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
AJI, PWI, dan SMSI Soroti Keselamatan Jurnalis
Perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Baubau, Andi Lopes Eba, menilai persoalan ini bukan sekadar soal Jamil. Ia menyoroti dugaan perampasan telepon seluler sebagai alat kerja wartawan.
"Perhatian kami bukan hanya pada Jamil, tapi pada tindakan reaktif oknum. Dugaan perampasan HP sebagai alat kerja wartawan itu serius dan tidak boleh dianggap sepele. Wartawan bekerja untuk publik, bukan mencari musuh," tegas Andi Lopes.
Ketua PWI Baubau, La Ode Aswarlin, menyampaikan empati mendalam atas insiden yang dialami Jamil. Ia mengingatkan polisi dan wartawan memiliki tugas mulia yang seharusnya tidak berbenturan.
"Jamil dibanting, kita semua merasakan sakitnya," ungkap Aswarlin. "Polisi dan wartawan sama-sama punya tugas mulia. Jangan sampai ini jadi konflik berkepanjangan."
Sekretaris SMSI Baubau, Mulyadi, mengapresiasi langkah Kapolres membuka ruang dialog. Ia berharap insiden perampasan alat kerja tidak terulang di kemudian hari.
"Wartawan bekerja berdasarkan undang-undang dan kode etik. Pertemuan ini bukti ada iktikad baik menjaga silaturahmi," ujar Mulyadi.
Jamil Minta Proses Transparan dan Kepastian Sanksi
Jamil mengaku terkejut dan kecewa atas insiden tersebut. Selama ini ia merasa memiliki hubungan baik dengan personel Polres Baubau.
"Saya merasa dikhianati. Hubungan yang baik tiba-tiba diwarnai kekerasan. Saya hanya minta keadilan, proses transparan, dan kepastian sanksi bagi yang melanggar," kata Jamil.
Ia menambahkan saat ini masih memprioritaskan kesembuhan anaknya. Jamil belum membeberkan langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh.
Komitmen Jamin Keselamatan Wartawan saat Meliput
Menanggapi sejumlah masukan dari organisasi pers, AKBP Noer Alam menegaskan Polres Baubau berkomitmen menjamin keselamatan jurnalis dalam peliputan. Ia memastikan tidak ada lagi pihak yang menghalangi kerja jurnalistik di wilayah hukum Polres Baubau.
"Kita bangun hubungan yang lebih terbuka, profesional, dan saling menghormati," tutup Kapolres Baubau.
Dialog yang berlangsung hingga pukul 18.25 Wita itu diakhiri dengan foto bersama. Situasi berjalan aman dan kondusif, dengan harapan sinergi Polri dan pers di Kota Baubau kembali menguat pascainsiden.