KENDARI — Perhimpunan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) merayakan hari ulang tahun ke-18 sekaligus melantik pengurus baru periode 2025–2030 di Kendari, Selasa (13/10/2026). Organisasi sayap Partai Gerindra itu menempatkan penguatan aksi nyata di tingkat akar rumput sebagai agenda utama kepengurusan baru.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga Ketua Pimpinan Daerah PIRA Sultra, Hj. Hasmawati, menyebut usia 18 tahun sebagai penanda kedewasaan organisasi. Menurut dia, PIRA harus semakin solid dan menjadi wadah perjuangan perempuan yang tangguh.
"Delapan belas tahun perjalanan PIRA merupakan bukti nyata komitmen dan perjuangan perempuan Indonesia dalam mengambil peran strategis untuk membangun bangsa dan negara," ujar Hj. Hasmawati.
Pengurus Pusat Dikukuhkan di Jakarta
Di tingkat nasional, Pimpinan Pusat Perempuan Indonesia Raya (PP PIRA) resmi berjalan di bawah komando Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M. sebagai Ketua Umum masa bakti 2025–2030. Pelantikan pengurus pusat digelar di Jakarta dan dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-18 PIRA.
Novita didampingi Indah Rianti sebagai Sekretaris Umum dan Rahma Oktaviana sebagai Bendahara. Struktur inti itu melengkapi kepengurusan yang akan mengawal program organisasi selama lima tahun ke depan.
Aksi Nyata Hingga ke Pelosok Desa
Kepemimpinan Novita menekankan PIRA tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Organisasi diarahkan memperkuat program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas.
Seluruh kader perempuan Gerindra yang tergabung dalam PIRA, dari tingkat 38 provinsi hingga 514 kabupaten/kota, diinstruksikan aktif bergerak hingga ke pelosok desa. Langkah strategis itu mencakup penguatan program sosial dan pendampingan masyarakat.
Di Sulawesi Tenggara sendiri, kepengurusan daerah PIRA menaungi kader di 17 kabupaten/kota. Kehadiran kader perempuan di tingkat basis diharapkan memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan daerah.
Peran Strategis Perempuan di Ranah Politik
Pelantikan pengurus periode 2025–2030 menjadi titik awal konsolidasi organisasi. PIRA didorong melahirkan perempuan-perempuan hebat yang aktif berkontribusi bagi kebutuhan dan kemajuan Indonesia.
Hasmawati menegaskan integritas menjadi kata kunci bagi kader yang hendak mengambil peran di ruang publik. Menurut dia, kehadiran perempuan di ranah strategis harus dibarengi kapasitas dan rekam jejak yang bisa dipertanggungjawabkan.
Visi besar Partai Gerindra menjadi payung gerak organisasi. Kader PIRA di seluruh tingkatan diharapkan hadir nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar mengisi struktur kepengurusan.