KENDARI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menempatkan SMA Negeri 4 Kendari sebagai titik awal pengembangan sekolah unggulan di wilayahnya. Penetapan itu bukan sekadar pemberian status, melainkan harus disertai proses seleksi siswa, kesiapan guru, serta kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Mukhtar, menyebut program tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan harapan Gubernur Sultra agar daerah ini memiliki sekolah yang mampu mengembangkan potensi dan prestasi siswa secara optimal.
Sekolah Unggul Garuda Jadi Acuan Pemprov Sultra
Mukhtar menyinggung kehadiran Sekolah Unggul Garuda yang digagas Presiden sebagai salah satu acuan bagi Pemprov Sultra dalam menyiapkan sekolah-sekolah unggul di daerah. Ia menyampaikan hal itu saat ditemui di sela-sela kunjungan open house atau gelar griya Sekolah Unggul Garuda di Konawe Selatan, Sabtu (17/10/2026).
"Kehadiran SMA Unggul Garuda yang digagas oleh Presiden ini dapat menjadi salah satu acuan bagi Pemprov Sultra dalam mempersilahkan sekolah-sekolah unggul di daerah," ucap Mukhtar.
Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut di Konawe Selatan memberi Sultra kesempatan melihat langsung proses perencanaan dan pengelolaan sekolah unggulan. Pengalaman itu diharapkan menjadi referensi untuk mengembangkan model pendidikan serupa di jenjang SMA di Sultra.
"Dengan adanya SMA Garuda ini, kita semakin dekat untuk melihat suatu proses dan perencanaan yang baik, kemudian bisa kita implementasikan di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya pada SMA-SMA," katanya.
Seleksi Siswa hingga Sarana Jadi Syarat Wajib
Mukhtar menegaskan penetapan sekolah unggul tidak boleh berhenti pada nama atau status. Proses seleksi siswa berprestasi yang dinilai punya potensi dikembangkan melalui kelas unggulan harus berjalan lebih dulu, disusul kesiapan tenaga pendidik dan pemenuhan fasilitas pembelajaran.
Dinas Dikbud Sultra telah mengimbau sekolah-sekolah lain mulai membenahi kesiapan masing-masing. Pembenahan itu meliputi pemetaan potensi siswa, ketersediaan sumber daya manusia, serta kelengkapan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran berkualitas.
"Kita bisa bersyukur karena apa yang menjadi harapan Pak Gubernur, bahwa di Provinsi Sulawesi Tenggara ada sekolah yang bisa kita jadikan sekolah unggulan, mulai kita persiapkan," ujarnya.
Keterbatasan Anggaran Paksa Penentuan Prioritas
Pengembangan sekolah unggulan tidak dapat dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota. Mukhtar menyebut keterbatasan anggaran sebagai penyebabnya, sehingga penentuan prioritas menjadi bagian penting agar program berjalan terencana dan sesuai kebutuhan.
Pemerintah akan menilai sekolah mana yang paling siap dan membutuhkan dukungan lebih awal. Dinas Dikbud Sultra akan berkoordinasi untuk menentukan kebutuhan dan prioritas intervensi, baik dari sisi tenaga pendidik maupun fasilitas pendidikan.
"Komitmen Pak Gubernur jelas, persiapkan dulu prosesnya, rekrut siswanya, siapkan sumber daya manusianya, kemudian sarana apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan itu. Nanti direncanakan bersama-sama," jelasnya.
Meski penetapan resmi baru menyentuh SMAN 4 Kendari, Mukhtar berharap seluruh kabupaten dan kota di Sultra mengambil bagian dalam menyiapkan sekolah unggulan. Penetapan tetap harus mempertimbangkan kondisi nyata dan potensi yang dimiliki setiap daerah.
"Kita berharap semua kabupaten mempersiapkan diri. Tetapi, tentu kita juga harus melihat faktualnya di lapangan. Jadi, bukan hanya sekadar keinginan, tetapi memang nyata bahwa potensi-potensi itu bisa kita garap untuk mewujudkan sekolah unggul," tegasnya.
Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan bertahap, pengembangan sekolah unggulan diharapkan memperluas kesempatan siswa Sultra memperoleh pendidikan berkualitas serta mengembangkan prestasi sesuai potensi masing-masing.