KENDARI — Penangkapan bermula sekitar pukul 02.30 Wita ketika Tim Patroli Perintis yang dipimpin Dantim Aipda Baskar Basra bersama Ps. Panit 2 Siturjawali tengah berpatroli bersama Tim Patroli Polresta Kendari. Di perempatan Pasar Baru, petugas melihat sekelompok remaja berkonvoi di sekitar kawasan Healens.
Menurut keterangan kepolisian, kelompok tersebut diduga membawa senjata tajam dan sempat terlihat menyeret serta mengeluarkan senjata itu saat berkonvoi. Kedua tim patroli lalu melakukan pengejaran hingga berhasil mengamankan dua remaja beserta barang bukti.
Barang Bukti yang Disita: Satu Motor dan Busur Beranak Panah
Dari penindakan itu, polisi mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha M3 dan satu buah busur beserta anak panah. Kedua remaja dibawa ke Markas Komando Polresta Kendari untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Rombongan yang dikejar petugas diperkirakan berjumlah sekitar 20 sepeda motor. Jumlah itu jauh lebih besar dibanding dua remaja yang berhasil dihentikan, sehingga sebagian peserta konvoi diduga melarikan diri saat pengejaran berlangsung.
Mengapa Konvoi Dini Hari Jadi Sasaran Patroli
Patroli Perintis Polda Sulawesi Tenggara dan Polresta Kendari menyasar aktivitas berkelompok pada jam-jam rawan, terutama di kawasan yang kerap jadi titik kumpul remaja. Kawasan Pasar Baru hingga Andonohu masuk dalam jalur pantauan rutin karena ramai dilintasi pada malam hingga dini hari.
Kepolisian belum merinci identitas kedua remaja, termasuk usia dan asal kelurahan mereka. Penyidik juga belum memastikan apakah keduanya masih berstatus pelajar atau sudah putus sekolah.
Ancaman Hukum bagi Pembawa Senjata Tajam
Membawa senjata tajam di jalan tanpa keperluan yang sah dapat dijerat dengan ketentuan darurat yang memberi kewenangan aparat menindak pembawa sajam. Kasus ini ditangani Polresta Kendari, dan status kedua remaja masih berlanjut pada pemeriksaan awal.
Polisi mengimbau orang tua di Kota Kendari memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak pada malam hari. Imbauan itu menyusul masih maraknya konvoi sepeda motor yang kerap berujung pada aksi membawa senjata tajam.