Pemprov Sultra Sinkronkan Program Prioritas 2026 Melalui Rakortekrenbang di Kolaka

Penulis: Vicky Prasetya  •  Selasa, 05 Mei 2026 | 11:59:03 WIB
Peserta Rakortekrenbang Sultra 2026 berkumpul di Kabupaten Kolaka untuk sinkronisasi program prioritas pembangunan.

KOLAKA — Pemerintah Kabupaten Kolaka resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2026. Kegiatan yang dirangkaikan dengan Musrenbang RKPD Provinsi ini dipusatkan di Bumi Mekongga selama tiga hari, mulai Senin (4/5/2026) hingga Rabu (6/5/2026).

Kepala Bappeda Sultra, Mustakim Darwis, menjelaskan bahwa agenda utama forum ini adalah menyinkronkan rencana kerja antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten dan kota. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program pembangunan tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih anggaran maupun kewenangan.

Enam Target Utama Sinkronisasi Pembangunan Sultra

Dalam laporannya, Mustakim merinci enam poin krusial yang menjadi sasaran pelaksanaan Rakortekrenbang tahun ini. Selain menyelaraskan kebijakan tahunan, forum ini fokus pada peningkatan kualitas perencanaan yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat di 17 kabupaten/kota se-Sultra.

  • Sinkronisasi kebijakan pembangunan tahunan antara nasional, provinsi, dan daerah.
  • Penyelarasan target indikator makro pembangunan antar-tingkatan pemerintah.
  • Penyelarasan lokasi pembangunan dalam rencana kerja perangkat daerah dengan kementerian terkait.
  • Peningkatan kualitas perencanaan berbasis data dan kinerja.
  • Penguatan koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah secara terpadu.
  • Dukungan terhadap pencapaian target pembangunan Sultra secara berkelanjutan.

Lima Masalah Pokok Nasional Jadi Konsentrasi

Bupati Kolaka, Amri Djamaluddin, menegaskan bahwa tahun 2026 merupakan periode krusial dalam tahapan pembangunan daerah. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat konsolidasi program prioritas, terutama dalam menghadapi dinamika global seperti tekanan ekonomi dan perubahan iklim.

“Kita dituntut untuk memperkuat konsolidasi program prioritas, meningkatkan kualitas perencanaan berbasis data, serta memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran,” ujar Amri saat memberikan sambutan di hadapan delegasi kabupaten/kota.

Amri menambahkan, terdapat lima masalah pokok yang menjadi konsentrasi melalui program nasional yang harus dikawal di tingkat daerah. Kelima poin tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kualitas pendidikan, serta akses kesehatan. Penyelarasan ini juga mencakup dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di wilayah Sultra.

Membangun Sinergi Lintas Sektoral di Bumi Mekongga

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, mengapresiasi kesiapan Kabupaten Kolaka sebagai tuan rumah. Menurutnya, kehadiran seluruh Kepala Bappeda dan camat se-Sultra dalam forum ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun kesepahaman dalam perencanaan anggaran.

“Pemerintah Provinsi menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kolaka beserta jajaran atas kesiapan sebagai tuan rumah. Ini mencerminkan kolaborasi antarpemerintah daerah yang solid,” kata Fadlansyah.

Ia berharap Rakortekrenbang ini menghasilkan rumusan program yang terukur dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Forum ini dihadiri oleh Kepala Bappeda dari 17 kabupaten/kota, kepala perangkat daerah, bagian perencanaan, serta para camat dari seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Reporter: Vicky Prasetya
Back to top